Internasional

UE Izinkan Alstom Ambil Alih Bombardier

RED : Ahmad Mulyadi

BRUSSELS, TIMUR MEDIA — Uni Eropa (UE) memberikan izin kepada perusahaan produsen kereta api ternama asal Prancis, Alstom, untuk mengambil alih perusahaan produsen kereta api asal Kanada, Bombardier (bagian divisi kereta api). Demikian disampaikan Komisi Uni Eropa pada Jumat, 31 Juli 2020, seperti dikutip Deutsche Welle (2/8//2020).

Alstom dan Bombardier dikabarkan telah menjalin komunikasi intensif terkait rencana merger tersebut. Jika merger itu dilaksanakan, maka posisi Alstom sebagai produsen kereta api terbesar kedua di dunia semakin tak tergoyahkan. Seperti diketahui, Alstom merupakan produsen kereta api terbesar kedua di dunia setelah CRRC asal Cina. Perusahaan yang telah memproduksi kereta api super cepat TGV ini bahkan lama berstatus sebagai produsen kereta api terbesar di dunia sebelum akhirnya disalip oleh CRRC seiring dengan kebangkitan perekonomian Negeri Tirai Bambu.

Sementara itu, Berlin melihat rencana penggabungan Alstom dan Bombardier sebagai hal kontroversial. Pasalnya, tahun lalu sebuah divisi perusahaan raksasa asal Jerman, Siemens, yang juga memproduksi kereta api super cepat, dilarang merger dengan Alstom. Uni Eropa berdalih jika Siemens dan Alstom merger, itu akan berdampak kurang bagus bagi otoritas persaingan di Uni Eropa.

Seperti halnya Berlin, Paris juga tidak menganggap rencana merger Alstom dengan Bombardier sebagai hal positif. Pemerintah Prancis melalui Menteri Ekonomi dan Keuangannya, Bruno Le Maire, berpendapat bahwa image perusahaan Eropa sebagai pelopor harus dipertahankan demi menjaga standard kualitasnya secara internasional. Pemerintah Prancis justru lebih senang jika Alstom melakukan merger dengan Siemens, sesama perusahaan asal Uni Eropa, yang pada tahun lalu tidak disetujui oleh Komisi Uni Eropa.

Sebagai informasi tambahan, jika usulan penggabungan Alstom dan Bombardier disepakati, maka Pemerintah Prancis harus menyiapkan anggaran dana sebesar 5,8 hingga 6,2 milyar Euro. Selain itu, merger dua raksasa industri kereta api itu juga akan berefek pada penghentian bisnis perusahaan (perusahaan hasil merger Alstom dan Bombardier) selama semester pertama 2021.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button