Internasional

Trump Dipindahkan ke RS Militer

Red : Ahmad Mulyadi

WASHINGTON, TIMUR MEDIA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dipindahkan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada malam 2 Oktober lalu. Demikian disampaikan media asing asal Italia, Sicurezza Internazionale, kemarin (3/10/2020).

Trump meninggalkan Washington 17 jam setelah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Dia diterbangkan dengan helikopter lengkap dengan masker pelindung dan pakaian kerjanya. Saat itu Trump tidak menyampaikan pernyataan apapun kepada pers. Dia hanya memposting video melalui Twitter dengan mengatakan bahwa dia bersama istrinya, Melanie Trump, baik-baik saja dan akan pergi ke Walter Reed untuk memastikan semuanya berjalan baik.

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany mengatakan Trump akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Presiden AS dari kamar rumah sakit dalam beberapa hari mendatang. Hal itu pun dikonfirmasi oleh Juru Bicara Gedung Putih lainnya, Judd Deere, yang menyatakan Trump belum mengalihkan kekuasaannya kepada Wakil Presiden AS, Michael Richard “Mike” Pence.

Dokter Gedung Putih, Sean P Conley, mengatakan Trump telah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan tubuhnya. Di antaranya yaitu dengan mengkonsumsi REGN-COV2 yang menurut Kepala Satuan Tugas COVID-19 AS, Anthony Fauci, cukup menjanjikan. Selain itu, Gedung Putih pun melaporkan bahwa Trump pun  mengkonsumsi obat Remdesivir pada 3 Oktober kemarin.

Sebagai informasi, Presiden Trump mengumumkan dia dan istrinya positif menderita COVID-19 pada 2 Oktober lalu melalui akun Twitternya. Menurut sumber yang dekat dengan pria berusia 74 tahun itu, Trump mengalami demam ringan, hidung tersumbat serta batuk-batuk.

Pakar Ilmu Politik asal AS, Peter Mathews, mengatakan fakta bahwa Trump saat ini menderita COVID-19 serta harus dikarantina, menarik untuk dikaji. Selain karena terkait kemungkinan transfer kekuasaan (transfer sementara) kepada Pence, hal ini juga menyangkut posisinya yang berada di masa kampanye Pemilu AS. Trump yang berambisi memenangkan Pemilu pada 3 November nanti tentu harus mempersiapkan rencananya lebih matang lagi.

 

 

 

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button