Bencana Alam

Tren Bencana Naik, Anggaran Turun

Anggaran turun 17-30 persen.

Reporter: Janu Bisono I Editor: Fai

TIMUR MEDIA– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo mengatakan tren bencana terus meningkat dari tahun ke tahun. Bencana terbesar di Indonesia adalah tsunami Aceh pada 2004, yang memakan korban lebih dari 200 ribu jiwa.

“Kita juga dihadapkan bencana non alam seperti Covid-19 yang saat ini dihadapi. Ini juga harus menjadi perhatian karena menimbulkan korban,” ujar Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa, 23 Juni 2020.

Data BNPB mencatat, sebanyak 1.427 bencana terjadi di Indonesia dalam enam bulan terakhir. Tepatnya, sejak 1 Januari hingga 5 Juni 2020.

“Kejadian bencana alam yang mendominasi bencana banjir. Diikuti berturut-turut puting beliung dan tanah longsor,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Ia merinci, bencana alam terbanyak berupa banjir yang totalnya 549 kejadian. Lalu, bencana puting beliung sebanyak 406 kejadian dan 313 kejadian tanah longsor. Berikutnya, kebakaran hutan dan lahan 126 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 21 kejadian, gempa bumi tujuh kejadian, erupsi gunung api tiga kejadian serta kekeringan satu kejadian.

Namun, meski tren bencana terus meningkat, Doni mengungkapkan tren anggaran BNPB justru menurun dari tahun ke tahun. Tahun 2015, misalnya. BNPB mendapat anggaran sebesar Rp 1,611 triliun, lalu Rp 1,653 triliun pada tahun 2016.

Sejak tahun 2017 sampai tahun 2020, anggaran untuk BNPB terus berkurang. Secara berturut-turut, anggaran BNPB, sebesar Rp 1,084 triliun di 2017, Rp 748 triliun atau turun 30 persen di 2018, Rp 614 miliar atau turun 17,9 persen pada 2019, dan Rp 450 miliar pada 2020.

Menurut Doni, sejak 2017 BNPB telah mengajukan tambahan anggaran setiap tahun. Tapi permintaan itu belum terealisasi. “Ada kesenjangan yang cukup besar dalam penanggulangan bencana dibanding ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Sedangkan anggaran untuk tahun 2021, Doni mengatakan pagu indikatif BNPB sebesar Rp 465 miliar. Dalam rapat kerja ini, Doni mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 51,2 miliar. Rencananya, angka itu akan digunakan untuk program dukungan manajemen sebesar Rp 2,259 miliar dan program ketahanan bencana sebesar Rp 48,979 miliar.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button