Ekonomi

Tol Balikpapan Tumbuhkan Ekonomi Baru

Report: Lina| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Tol Balikpapan-Samarinda, dinilai akan memunculkan pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim, terutama untuk Kota Balikpapan dan Samarinda.

Penilaian itu diutarakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk S Cahyo, Kamis.

Menurutnya konektivitas infrastruktur menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dari sana tercipta peningkatan ekonomi.

“Kalau pusat-pusat ekonominya sudah tumbuh, nanti akan menciptakanefek domino bagi ekonomi lain yang juga berkembang,” terang Tutuk.

Ia bilang dibukanya tol Balsam akan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lain seperti jasa, rumah makan, hotel, konstruksi. “Bisa juga meningkatkan pariwisata,” kata Tutuk.

Tutuk mengilustrasikan, kalau di suatu daerah memiliki potensi pariwisata namun ada hambatan infrastruktur, kemudian infrastrukturnya dibangun maka muncul sektor ekonomi lain.

“Muncul rumah makan, hotel, dan lainnya. Tumbuh lah perekonomian baru,” jelasnya.

Dari sejumlah sektor, Tutuk meyakini, sektor yang paling merasakan dampak positifnya yaitu infrastruktur, pariwisata, perdagangan, hotel dan restoran.

“Bahkan, sektor logistik juga akan merasakan dampaknya karena keberadaan jalan tol membuat perjalanan lebih efektif, dan biaya lebih efisien,” terangnya.

Tetapi, ia mengingatkan hal tersebut tidak bisa diperoleh dengan instan. “Butuh waktu, butuh proses,” ujarnya. Tol Kalimantan pun tidak bisa pula disamakan dengan keberadaan tol di Pulau Jawa. Jumlah penduduk dan perkembangannya berbeda.

Di Jawa penduduknya lebih banyak dari Kalimantan. “Pertumbuhan ekonominya juga lebih cepat,” tuturnya.

Sesuai hasil Supas 2015 terkait Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045, jumlah penduduk di provinsi Kaltim tahun 2019 diperkirakan sekitar 3,6 juta jiwa. Rinciannya, jumlah penduduknya terdiri atas 1,8 juta laki-laki dan 1,7 juta perempuan.

Untuk jumlah penduduk Indonesia pada 2019 diperkirakan sebanyak 266,91 juta jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 150 juta jiwa atau lebih dari 56% berada di Pulau Jawa.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button