Balikpapan

Tol Balikpapan Diresmikan

2019

peresmian tol Balikpapan-Samarinda

TimurMedia.com:

Report: Hendra| Editor: Teguh H

TIMUR MEDIA – Lima tahun sejak pembangunan awal tol Balikpapan – Samarinda, hari ini 17/Des/ 2019, akhirnya diresmikan Jokowi.

Jokowi berharap tol ini akan memangkas waktu tempuh dari dan menuju ibu kota baru. Biasanya, waktu yang dibutuhkan dari Balikpapan ke Samarinda sekitar dua jam lebih. Dengan tol ini hanya ditempuh satu jam perjalanan.

“Alhamdulillah pembangunan seksi 2,3,4 jalan tol Balikpapan ke Samarinda hari ini telah selesai dan bisa dimanfaatkan,” ujar Jokowi, di Gerbang Tol Samboja saat meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda, Selasa.

Menurutnya dari lima seksi, tersisa dua seksi yang perlu diselesaikan. Targetnya sebelum lebaran 2020. “Jadi kurang dua seksi lagi yaitu seksi 1 dan 5,” jelasnya.

Jokowi bilang, tol ini akan membantu efisiensi warga. Terutama saat ingin menempuh akses di dua kota. “Saya menanyakan kepada dirut Jasa Marga, ini akan diselesaikan nanti Insya Allah April 2020. Ini jalan tol pertama di Pulau Kalimantan,” katanya.

Selain mempermudah konektivitas, tol ini diharapkan pula mendorong pengembangan kawasan produksi. Dicontohkannya, industri kelapa sawit, minyak dan gas, komoditas pertanian, juga komoditas batu bara.

Kata Jokowi, semua itu nanti terhubung langsung dengan kawasan distribusi.

“Termasuk mempercepat akses ke wilayah kawasan inti ibu kota baru. Tinggal menyambungkan saja,” jelas Jokowi. Ia menekankan tahun depan akses ke ibu kota baru yang tersambung ke tol Balikpapan harus sudah disiapkan.

Ia berharap hal itu bisa menjadi nilai tambah. “Karena adanya jalan tol ini, tersambung dua bandara, yaitu di Samarinda APT Pranoto, dan bandara Sepinggan di Balikpapan,” ujarnya.

Pembangunan tol Balikpapan ini membutuhkan nafas yang panjang. Peletakan batu pertama dilakukan Desember 2014. Pasang surut mengiringi tol ini. Antara jadi atau tidak, antara maju dan mundur.

Dan hari ini, akhirnya diresmikan. Tepat lima tahun dari awal pembangunan.

Total panjang tiga seksi jalan tol yang diresmikan ini, sepanjang 66,235 kilometer. Rinciannya seksi II terdiri dari ruas Samboja-Muara Jawa sepanjang 30,975 kilometer.

Lalu, Seksi III ruas Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,3 kilometer. Kemudian, Seksi IV dari Palaran-Jembatan Mahkota II sepanjang 17,55 kilometer.

Tiga segmen itu merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol. Sedangkan Seksi I dan V menjadi porsi pemerintah dengan total panjang 33,115 kilometer.

Seksi I melingkupi ruas Kilometer 13-Samboja membentang sepanjang 22,025 kilometer. Dibangun menggunakan APBD Kaltim sekitar Rp 1,3 triliun.

Sedangkan Seksi V ruas Sepinggan-Kilometer 13 panjangnya 11,5 kilometer. Diguyur dana APBN dan pinjaman dari Pemerintah Tiongkok sebesar Rp 848,5 miliar.

Seksi I dan V ini pengerjaannya terus dikebut. Bukan tanpa hambatan.

Misalnya, ada saja kendala di Seksi I yakni kontur jalan yang belum keras. Musababnya lokasi trase sebelumnya tanah rawa. Untuk Seksi V, di sejumlah titik masih rawan longsor, sehingga perlu penanganan khusus.

Rencananya tarif tol akan dipatok Rp 1.000 per kilometer. Untuk menggunakan jalan bebas hambatan sepanjang 99,7 kilometer ini diprediksi di kisaran Rp 99.700. 

Most Popular

To Top