Balikpapan

Tol Balikpapan Bisa Dongkrak Ekonomi

Timur Media

Yaser Arafat, kanan. (Bowo)

TimurMedia.com:

Report: Janu| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan, Yaser Arafat, menilai tol Balikpapan-Samarinda memberi keuntungan bagi masyarakat Kaltim.

Selain memberi kemudahan dan kecepatan akses pengguna jalan, tol ini diyakini Yaser bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Terutama bagi Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kertanegara.

“Tentu tol ini akan memberi dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya, Kamis, 19/Des/2019.

Bagi para pelaku usaha, menurut Yaser, akses tol yang memangkas waktu tempuh akan meningkatkan volume pengiriman barang. Biasanya Balikpapan ke Samarinda memakan waktu dua sampai tiga jam, dengan tol ini ditempuh satu jam.

“Hal tersebut akan menekan biaya pengiriman risiko kecelakaan dan meningkatkan volume pengiriman barang,” kata Yaser. Dari dari kacamata pebisnis, ada banyak sekali keuntungan lain yang diperoleh. Utamanya efisiensi dan risiko.

Ia mengatakan jika sebelum ada tol jalanan turun naik, berkelok, rawan kecelakaan.

“Berbeda dengan ada tol yang lurus dan jarak tempuh lebih singkat. Jadi sangat menguntungkan,” ujarnya.

Yaser juga meyakini nantinya akan tumbuh sektor-sektor ekonomi baru, yang pada akhirnya bisa mendongkrak pendapatan daerah.

Tetapi Kadin juga berharap pemerintah perlu memikirkan pembangunan di sektor hulunya. “Sekarang hilirnya sudah nih, nah hulunya dipikirkan juga. Pembangunan manufaktur, misalnya. Kalau hanya hilir, dampak ekonominya kurang signifikan,” jelasnya.

Dengan pembangunan sektor hulu, ia meyakini pertumbuhan ekonomi di Kaltim bakal makin melesat. Namun, bukan berarti sektor hilir tidak penting.

“Idealnya perlu dilengkapi dengan pembangunan sektor hulu agar lebih cepat mengundang investor,” jelasnya.

Terkait rencana pemberlakuan tarif tol yang dinilai cukup tinggi yakni sekitar Rp 1.000 per kilometer, Yaser menilai, hal itu tidak memberatkan pelaku usaha.

“Benar memang secara cost kelihatannya besar dibanding jalan non tol, tapi menghitungnya dengan volume. Artinya yang biasanya pengiriman 1-2 kali, lewat tol bisa 3-4 kali. Ini jauh lebih menguntungkan. Bahkan malah menghemat,” ujarnya.

Most Popular

To Top