Politik

Tiga Risiko Tunda Pemilu

Report: Ryan I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan mengingatkan pihak yang mendukung wacana penundaan Pemilu 2024 untuk menghitung potensi risiko yang berdampak besar.

Menurutnya, ada tiga risiko yang harus diterima pihak-pihak yang mendukung penundaan Pemilu.

Pertama, publik menganggap pihak itu tidak sejalan dengan Jokowi. Sebab Jokowi pernah menegaskan penolakan masa jabatan tiga periode. Kedua, ada risiko partai ditinggalkan pemilihnya. Djayadi menilai, partai politik sudah bisa membaca kecenderungan sikap publik yang menolak Pemilu ditunca. Termasuk, sikap para pemilih partai.

“Ketiga, penundaan Pemilu sebetulnya merugikan partai karena terjadi pelambatan proses sirkulasi elit dan membuat persiapan Pemilu menjadi lebih lama,” ujar Djayadi, dilansir RM.id, Kamis 10 Maret 2022.

Djayadi menduga sikap parpol lain di mulut lain di hati. Ia curiga parpol terkait tidak menginginkan penundaan Pemilu.

“Tapi ada kekuatan cukup besar yang menghendaki penundaan Pemilu itu. Tiga partai, PKB, PAN, Golkar yang menyuarakan penundaan itu tampaknya berhasil didesak kekuatan itu untuk menyuarakannya dengan berbagai risiko yang saya sebut tadi,” ujarnya.

Terlebih PDIP sebagai parpol utama yang mendukung pemerintah, telah menegaskan penolakannya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto khawatir, penundaan Pemilu bisa menciptakan krisis.

“Kita sudah melakukan mekanisme periode 5 tahunan kepemimpinan, mulai dari bawah ke atas. Ketika kultur tersebut dirombak, tentu akan menciptakan krisis,” ujar Hasto.

I RM

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button