Kaltim

Tiga Alasan Edy Tolak IKN

Report: Ryan | Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Edy Mulyadi memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait kisruh jin buang anak. Ia datang memenuhi panggilan kedua, pada Senin 31 Januari 2022.

Edy Mulyadi kembali meminta maaf soal ucapannya yang menjadi polemik. Ia juga menegaskan tetap menolak pemindahan ibu kota negara atau IKN.

Alasannya karena tiga hal. Utang Indonesia yang menggunung, potensi kerusakan ekologi dan memperparah kerusakan lingkungan di Kaltim yang nanti justru mengeruk keuntungan bagi oligarki.

“Tetap menolak IKN karena IKN banyak kajian,” ujar Edy Mulyadi kepada wartawan, di Bareskrim Polri, Senin.

Edy mengatakan anggaran pembangunan IKN seharusnya digunakan untuk pembangunan ekonomi nasional. Ia menyebut pembiayaan IKN akan mangkrak dan bermasalah.

“Yang penting soal tidak tepat waktunya duit yang segitu banyaknya harusnya buat menyejahterakan rakyat, buat pembangunan ekonomi nasional, buat memompa ekonomi dalam negeri. Bukan untuk membangun,” ujarnya.

Ia mengingatkan publik terkait utang Indonesia.

“Coba ingat ya yang kita kemarin baru baca, bank dunia menegur bank Indonesia tidak boleh lagi beli surat utang, ini artinya pembiayaan IKN nanti akan kembali bermasalah dan potensi mangkraknya luar biasa gedenya,” tuturnya.

Alasan kedua penolakannya terhadap IKN, karena pembangunan di lokasi dinilai bakal semakin merusak ekologi di Kaltim.

Menurutnya terdapat pihak oligarki yang akan mendapat sejumlah keuntungan dari pembangunan IKN.

“Ketiga, IKN ini akan memperparah ekologi di Kalimantan yang sekarang sudah rusak tambah rusak, dengan konsesi-konsesi tanah yang dimiliki oleh para oligarki itu,” ingat Edy.

Edy menganalisa, para oligarki nanti akan dapat kompensasi dari lahan-lahan yang mereka punya.

“Udah gitu mereka akan dibebaskan dari kewajiban merehabilitasi lahan-lahan yang mereka rusak, yang bekas galian tambang, yang anak-anak banyak yang tenggelam ada 36 atau berapa itu angkanya,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button