Bencana Alam

Terseret Arus Banjir, Mobil Bertumpukan

Report: Maya| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Banjir di Jabodetabek terus menyedot perhatian publik. Bahkan, sejumlah media asing ikut menyorotinya. Tak hanya di Jakarta, banjir besar juga dialami di Bekasi. Bahkan titik banjir di kota ini terbanyak dibanding wilayah lain.

Banjir yang menerjang Bekasi juga menimbulkan arus yang cukup deras. Di Pondok Gede Permai dan Jati Asih, Bekasi, menjadi titik terparah banjir. Banyak mobil yang hanyut terbawa arus banjir.

Banjir di wilayah ini dipicu meluapnya Kali Cikeas karena curah hujan yang tinggi.

Bahkan arus deras membuat mobil-mobil terseret. Di satu titik, mobil-mobil berhimpitan. Di titik lain, mobil berserakan. Ada juga yang terbalik. Ada yang saling bertumpukan.

admintimurmedia | Timur Media | Referensi Baru Arus banjir di Bekasi menyeret mobil warga. (Antara/Sri Muryono)

Dikutip dari Antara, Kamis 2/Jan/2020, mobil-mobil di lokasi tampak saling bertumpuk. Posisinya sudah tak karuan. Ada yang tersangkut di warung, terguling di tengah jalan, hingga bertumpuk dua dengan mobil lainnya.

Warga sementara hanya bisa menyaksikan mobil-mobil itu bertumpuk. Mereka belum bisa memindahkan mobil karena kesulitan alat.

admintimurmedia | Timur Media | Referensi Baru Arus banjir di Bekasi menyeret mobil warga. (Antara/Sri Muryono)

Sejak Rabu sore kemarin, video yang merekam sejumlah mobil terseret arus banjir di Bekasi beredar. Di media sosial video ini pun menjadi viral.

Sejumlah mobil yang terseret arus banjir tak hanya di Bekasi. Video viral lain ikut merekam peristiwa serup yang terjadi di Tangerang.

Sebuah cuplikan video yang diunggah akun Instagram @jktinfo memperlihatkan detik-detik mobil yang hanyut di Tangerang, Banten.

Insiden itu dilaporkan terjadi di Perumahan Ciledug Indah, Tangerang. Dalam video, tiga buah mobil dan satu sepeda motor hanyut terbawa arus banjir.

Tampak ketiga mobil terseret derasnya arus banjir yang menggenang di jalan utama perumahan tersebut.

Tidak hanya tiga mobil, sebuah motor juga ikut terseret air sebelum akhirnya tenggelam di antara tiga mobil tersebut.

Bagian belakang dua mobil bahkan sempat menabrak tembok pagar rumah warga saat terseret arus yang tampak seperti sungai berwarna coklat.

Derasnya arus banjir dan tingginya air yang mencapai setengah badan orang dewasa menyulitkan Tim SAR melakukan penyelamatan dan evakuasi.

Kapusdatinkom Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Agus Wibowo mengatakan pantauan BNPB menunjukkan ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten.

Hal itu ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2/Jan/2020.

Titik banjir terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat dengan 97 titik, DKI Jakarta ada 63 titik dan Banten ada sembilan titik.

Banjir di Provinsi Banten terpantau di sembilan lokasi dengan rincian Kota Tangerang ada tiga titik. Lalu Tangerang Selatan ada enam titik.

Di Jawa Barat ada 97 titik banjir dengan rincian Kabupaten Bekasi ada 32, Kota Bekasi ada 53 dan Kabupaten Bogor ada 12.

Wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kota Bekasi diikuti Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi dan Jakarta Timur.

admintimurmedia | Timur Media | Referensi Baru Banjir di lokasi ini paling parah dibanding di daerah Bekasi lainnya. (GI)

Banjir di Bekasi ada yang mencapai tiga meter. Ratusan rumah warga nyaris tenggelam dan yang terlihat hanya bagian atap.

Sejak dulu, perumahan Pondok Gede Permai dikenal sebagai langganan banjir, bahkan tahun ini bisa menjadi yang terparah di Kota Bekasi. Tim gabungan sempat kesulitan mengevakuasi warga yang terjebak dalam rumah lantaran kondisi derasnya air.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto juga mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauannya di wilayah Bekasi, banyak terdapat titik lokasi banjir. Salah satunya di Perumahan Pondok Gede Permai.

“Ini lokasi banjir terparah di Kota Bekasi. Ketinggian airnya lima meter, bahkan untuk yang terdalam bisa sampai enam meter. Karena ada rumah dua lantai yang airnya sampai seatap,” ungkap Indarto, dikutip dari laman iNews.

Ia menegaskan yang menjadi skala prioritas petugas saat ini yaitu mengevakuasi para lanjut usia, ibu hamil, balita dan perempuan. Namun prosesnya lagi-lagi terkendala, karena dari armada perahu karet yang ada, hanya satu yang memiliki mesin.

“Lokasi ini rawa dan pertemuan Sungai Cikeas. Saat ada informasi air sungai meninggi kami sampaikan ke warga,” jelasnya.

Para warga, lanjut Indarto, mengira banjir seperti yang sudah-sudah hanya sampai lantai satu. “Tapi ini sudah ketinggian dua lantai,” jelasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button