Kaltim

1.673 Kekerasan terjadi di Kaltim

2019

ilustrasi KDRT. (BBC)

TimurMedia.com:

Penulis: Lina | Editor: Doni

TIMUR MEDIA – Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, mencatat ada 1.673 kasus kekerasan terjadi di Benua Etam. Angka ini akumulasi selama dua tahun.

Kepala Dinas DKP3A Kaltim, Halda Arsyad, merinci kekerasan sebanyak itu terjadi pada 2017 sebanyak 736 kasus, tahun 2018 ada 488 kasus. Kemudian sampai November 2019 tercatat 449 kasus.

Jenis kekerasannya bervariasi. Mulai kekerasan dalam rumah tangga, tindak pidana perdagangan orang, sampai kekerasan pada perempuan dan anak.

Data ini sesuai aplikasi Simfoni, yang dikutop dari Antara. Simfoni adalah Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan, sejak 2017 hingga akhir November 2019.

“Melihat dari data Simfoni dalam waktu 3 tahun terakhir, sekitar 50 persen kasus kekerasan terjadi di ranah rumah tangga,” ungkap Halda.

Rinciannya, tahun 2017 dari 736 kasus di antaranya ada empat kasus TPPO, yakni 2 kasus terjadi di Bontang, sisanya di Samarinda.

Untuk tempat kejadian kekerasan, tercatat ada 355 kasus yang terjadi dalam rumah tangga.

Sedangkan tahun 2018 yang totalnya ada 488 kasus, terjadi berbagai jenis kekerasan. Di antaranya ada 5 kasus TPPO, yakni satu kasus di Kabupaten Kutai Kartanegara, dua kasus di Kutai Timur, dan dua kasus di Kabupaten Paser.

Untuk tempat kejadian kekerasan sebanyak 295 kasus terjadi di rumah tangga.

Sedangkan 449 kasus kekerasan yang terjadi sampai dengan akhir November 2019, di antaranya ada empat kasus TPPO, yakni terjadi tiga kasus di Bontang dan satu di Samarinda. Untuk tempat kejadian kekerasan sebanyak 233 kasus terjadi di rumah tangga.

Most Popular

To Top