AdvDPRD Balikpapan

Temuan Sidak, Alat Perekam Pajak Dicopot

Report: Taufik Hidayat I Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Parlemen Balikpapan, khususnya anggota Komisi II dikejutkan saat melakukan sidak di hotel dan restoran di kawasan pusat perbelanjaan Balikpapan Super Blok atau BSB. Inspkesi mendadak itu dilakukan untuk memantau langsung penerapan alat perekam pajak atau tapping box.

Namun, sidak yang dihelat pada Kamis 22 Oktober 2020 malam, menemukan para wajib pajak justru tidak memasang tapping box. Alat ini berbentuk seperti tap recorder yang berfungsi merekam setiap transaksi. Dengan demikian dari transaksi itu lebih mudah memantau pergerakan pajak. Demikian diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, H. Haris.

“Tapi dari hasil pantauan langsung, kami justru menemukan beberapa wajib pajak alat perekam transaksinya tidak online, karena kabelnya dicopot. Ada juga transaksi pajak yang tidak terekam,” tutur Haris.

Ia menegaskan, hal tersebut berdampak pada kerugian Pemerintah Balikpapan. Terlebih di saat Pemkot tengah menggenjot Pendapatan Asli Daerah. “Semua transaksi tidak terkoneksi dengan perekam data milik Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” ungkapnya.

Atas temuan mengejutkan itu, pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat dengan instansi terkait. Sebab hal itu berpotensi adanya terjadi kebocoran pajak. “Kami berharap alat perekam transaksi ini berfungsi dengan baik untuk memaksimalkan PAD,” kata Haris.

Ia berujar sampai saat ini dari 2.000 unit usaha wajib pajak di Balikpapan, baru 150 unit usaha yang memasang alat perekam pajak. Sehingga masih ada 1.850 unit usaha yang belum memasang tapping box terkait.

Haris mengharapkan di tahun 2021 bisa dilakukan pengadaan alat perekam transaksi paling tidak sekitar 500 unit. Sehingga PAD Balikpapan bisa mengalami peningkatan,” tuturnya.*Adv

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button