Nasional

Telan Korban, Produsen Vaksin Didenda

Ilustrasi, vaksin. (GI)

Report: Lina| Editor: Teguh

TIMUR MEDIA – Changchun Changsheng Biotech Co, China, dikenai denda senilai 9,1 miliar RMB. Jika dikonversi nilai denda itu sekitar Rp20,02 triliun. Sebabnya, vaksin yang diproduksi menelan korban jiwa.

Selain denda, perusahaan vaksin tersebut juga diwajibkan membayar kompensasi terhadap para korban. Terkait skandal keamanan vaksin yang diproduksi massal.

Lembaga Pengawasan Obat-obatan China (SDA), juga memutuskan perusahaan besar di Changchun, Provinsi Jilin, itu juga diwajibkan membayar kompensasi kepada para korban.

Keluarga korban meninggal akibat mengonsumsi vaksin antirabies itu, masing-masing akan menerima kompensasi 650.000 RMB (Rp1,43 miliar).

Kemudian penderita cacat tetap 500.000 RMB (Rp1,1 miliar), dan luka ringan 200.000 RMB (Rp440 juta). Demikian bunyi putusan yang dilansir media resmi setempat.

SDA pada Juli lalu berhasil membongkar skandal vaksin yang diproduksi Changsheng dengan tuduhan memanipulasi data inspeksi produksi vaksin.

Kegiatan ilegal lain yang dilakukan Changsheng adalah menggunakan bahan baku kedaluwarsa, mengubah data produksi, memalsukan surat izin, dan merusak barang bukti selama investigasi berlangsung.

SDA mencabut dokumen persetujuan vaksin antirabies dan sertifikat produksi sekaligus membayar denda sebesar 12,03 juta RMB (Rp26,4 miliar).

Pengawas Obat-obatan dan Makanan Provinsi Jilin (JFDA) juga mencabut lisensi produksi perusahaan farmasi itu dan menyita vaksin ilegal senilai 1,89 miliar RMB (Rp4,1 triliun)

Karena dianggap cacat produksi sekaligus denda sebesar 7,21 miliar RMB (Rp15,8 triliun).

Sebanyak 14 pejabat Changsheng, termasuk CEO Gao Junfang, dan beberapa orang yang dianggap bertanggung jawab atas skandal tersebut dilarang melakukan aktivitas berkaitan produksi dan pemasaran obat-obatan seumur hidup.

SDA menyatakan bahwa para tersangka juga masih dikenai tuntutan hukum atas perbuatan pidana yang harus dipertanggungjawabkan di pengadilan.

Di Indonesia, saat pelaksanaan vaksin MR dan vaksin Difteri, turut menelan korban jiwa. Baik sakit, lumpuh sampai meninggal dunia.

Namun, para korban Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau cedera vaksin tak pernah mendapat kompensasi apapun. Bahkan mereka tidak diakui sebagai korban KIPI.

Tidak satu pun produsen dan penyelenggara tata kelola imunisasi yang diberi sanksi.

🅣🅘🅜🅤🅡 🅜🅔🅓🅘🅐

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close