NEWS

Tanpa Vaksin, Wuhan Kembali Normal

Report: Maya I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Kota Wuhan Cina, sumber pertama dan utama penyebaran Covid-19, masyarakatnya kini telah kembali hidup normal. Warga di sana tak lagi memakai masker. Seperti dikabarkan Channel News Asia, para pejabat Cina menggambarkan kondisi Wuhan yang kembali normal seperti dulu.

Para pejabat Cina meyakini telah berhasil mengatasi pandemi. Mereka juga mengklaim mampu memulihkan ekonomi di saat negara lain masih terus berjuang. Tak hanya bebas masker dan boleh berdekatan, sekolah-sekolah di Cina juga kembali dibuka normal.

“Ada beberapa tempat di dunia saat ini di mana Anda tidak membutuhkan masker dan dapat berkumpul,” kata seorang pejabat China, Lin Songtian. Ia menyiratkan Wuhan adalah salah satu tempat itu.

Lin Songtian juga mengklaim negaranya berhasil menundukan virus. “Ini membuktikan kemenangan Wuhan atas virus dan kota bisa kembali berbisnis,” ujarnya. Saat ini di Wuhan juga diklaim tidak ada transmisi lokal baru yang dilaporkan dalam beberapa bulan. Lalu lintas kembali padat dan pengunjung mal kembali ramai.

Selain itu, aktivitas warga Wuhan tidak lagi memakai masker. Bahkan, beberapa waktu lalu warga setempat juga menggelat pesta yang dihadiri ribuan orang tanpa masker. Warga Cina bahkan hal ini tanpa risiko. “Risiko apa yang mungkin ada? Saya pikir sekarang Wuhan benar-benar aman,” ujar pekerja pabrik Wuhan Xie Ailiang, kepada AFP.

Kembalinya kehidupan Wuhan dilakukan tanpa vaksin apapun. Serupa dengan belasan juta pasien positif di dunia yang telah dinyatakan sembuh. Mereka sembuh tanpa mengonsumsi apapun.

Dikutip dari data realtime Worldometers, Senin 7 September 2020, sudah 19,3 juta jiwa sembuh tanpa vaksin apapun. Sedangkan dari sisa 7 juta kasus, hanya satu persen yang kritis. Untuk 99 persennya berada dalam kondisi stabil. Begitu juga dengan lonjakan angka kesembuhan di Indonesia. Tingkat kesembuhan Indonesia mencapai 72 persen, yang melebihi rerata kesembuhan global sebesar 62 persen.

Seluruh pasien yang sembuh tidak satu pun yang mengonsumsi vaksin.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button