Balikpapan

Tak Ada Bantuan, Sobek Surat Edaran

Report: Hendra| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Dampak ekonomi dari pembatasan kegiatan mulai dirasakan. Terutama bagi mereka pekerja harian.

Sejak 22 Maret 2020, Pemkot Balikpapan menerbitkan surat edaran tentang pengaturan sementara kegiatan usaha.

Surat bernomor 300.2/0283/ Pem/2020, berisi lima butir imbauan.

Antara lain, menutup sementara kegiatan usaha/ hiburan 22 Maret sampai 5 April 2020. Bagi yang melanggar bisa dikenai sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku.

Hal ini sebagai satu upaya memutus mata rantai virus korona. Tak hanya bagi pelaku usaha, Pemkot juga memperpanjang kegiatan belajar mengajar di sekolah sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pembatasan kegiatan ini telah menimbulkan efek domino berupa anjloknya pendapatan pekerja harian. Alih-alih surat edaran itu ditaati, surat tersebut justru dirobek, diinjak dan dibuang ke tanah.

Salah satu pekerja harian yang enggan disebut namanya, mengatakan seharusnya surat edaran itu diiringi kompensasi dari pemerintah.

“Pendapatan kami hancur, jadi sepi karena korona ini. Tapi pemerintah tidak hadir di tengah-tengah kami,” ujarnya, Senin 30 Maret 2020.

Pekerja harian menjadi salah satu pihak yang terimbas langsung akibat korona. Hal ini ditambah kebijakan pembatasan kegiatan yang makin membuat kehidupan ekonomi mereka terganggu.

“Dulu kami didatangi saat pemilu. Meminta suara. Tapi setelah jadi penguasa, kami ditinggalkan. Pada siapa kami minta bantuan. Kan tidak mungkin mengemis,” tuturnya.

Sejumlah pekerja harian pun meminta perhatian dan bantuan pemerintah.

“Mudah-mudahan yang di atas sana mendengar keluhan kami,” tuturnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button