AdvDPRD Balikpapan

Syukri: Ratusan Aset Belum Bersertifikat

Report: Taufik I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Parlemen Balikpapan membentuk panitia khusus penyelamatan dan percepatan invetarisir asset daerah. Urgensinya lantaran ada ratusan aser daerah yang berlum mengantongi sertifikat. Hal itu diungkap anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Syukri Wahid, Selasa 30 Maret 2021.

“Itu temuan BPK. Ada 800 aset daerah. Dari jumlah itu ada 236 kalau yang baru tersertifikat, terdiri dari aset bergerak dan yang tidak bergerak, tanah, gedung. Jadi masih banyak yang belum bersertifikat,” papar Syukri Wahid.

Untuk itu dibentuklah Pansus untuk melakukan cek ricek terhadap aset-aset daerah di Balikpapan. Untuk sementara, kata Syukri, yang menjadi fokus masih terbatas pada aset yang tidak bergerak.

“Kami ingin mencari tahu penyebab belum tersertifikatnya ratusan aset daerah tersebut. Fokus kami terhadap aset tidak bergerak dalam hal ini tanah, gedung, dan sejenisnya,” jelas Syukri.

Ia membeber, dari ratusan aset yang belum tersertifikat, terbanyak aset bidang tanah. Sampai kini pihaknya belum mengetahui penyebabnya apa. “Itu yang akan kita cari tahu. Mungkin karena bersengketa,” duga Syukri.

Syukri menjelaskan kondisi sama juga terjadi di PDAM Tirta Manggar. Banyak aset yang justru belum diserahkan. Karena ada bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Bahkan nilainya mencapai ratusan miliar.

“Itu Rp700 miliar yang akan kita kejar. PDAM itu waiting list barang yang belum diserahkan itu ada kurang lebih Rp 700 miliar. Dari Rp 1 triliun itu baru Rp 200 miliar yang dalam bentuk aset. Kendalanya proses penyerahan,” jelasnya.

Syukri mengingatkan KPK kini telah melakukan supervisi daerah untuk mempercepat penyelesaian  aset-aset yang belum tersertifikat. Bahkan setiap tiga bulan KPK akan ke daerah untuk mengecek penyebab belum rampungnya. “Dua minggu lalu ada pertemuan di Hotel Platinum dari KPK mensupervisi per triwulan,” terangnya.

Dari hasil supervisi itu diketahui, Balikpapan punya utang 800 aset yang belum tersertifikat. Sekarang sudah 200 aset telah tersertifikat. Masalah ini akan ditanya per triwulan,” terangnya. Dalam prosesnya, nanti akan dipertemukan BPN untuk mengetahui kendala apa saja yang ditemui.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button