Nasional

Survei: Mayoritas Tolak Vaksin

Report: Ryan I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Hasil survei terkait kebersediaan masyarakat untuk divaksin Covid-19 sangat mengejutkan. Survei Indikator Politik Indonesia, menunjukan mayoritas responden menolak untuk disuntik vaksin.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 1 hingga 3 Februari 2021, dengan 1.200 responden menggunakan metode simple random samping. Adapun toleransi kesalahan atau margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen.

Sampel responden berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Indikator Politik Indonesia menghelat survei dengan kontak telepon kepada responden.

Dari hasil survei itu, ada kecenderungan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak bersedia divaksin. Jumlahnya mencapai 48,1 persen. Sedangkan pendukung Jokowi, yang menolak vaksin sebesar 36,1 persen.

“Pendukung Pak Prabowo-Sandi di 2019 itu cenderung tidak percaya vaksin, efektivitas vaksin, ketimbang pendukung Pak Jokowi,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei daring, Minggu 21 Februari 2021.

Ia merinci, dari 48,1 persen, sebanyak 58,2 persen di antaranya menolak karena adanya dugaan efek samping dalam vaksin Covid-19. Sedangkan 28,1 persen lainnya mengaku vaksin tidak efektif.

“Artinya problem tentang vaksin itu bukan cuma semata-mata problem teknis kesehatan, tapi juga problem politik,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meyakinkan masyarakat agar mau mengikuti vaksinasi. Termasuk dengan memberi atensi vaksin kepada Prabowo atau Sandi.

“Saran saya kepada pemerintah, yang disuntik vaksin yang diblowup jangan hanya Jokowi, Ganjar, tapi juga Pak Prabowo dan Mas Sandi vaksin ramai-ramai, misalnya Mas Anies,” katanya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button