Bencana Alam

Bali Gelar Simulasi Gempa-Tsunami

Report: Ryan I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menggelar simulasi dalam menghadapi gempa dan tsunami jelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20.

Kegiatan ini menjadi rangkaian upaya penguatan mitigasi gempa dan tsunami Kawasan Infrastruktur Kritis di wilayah Bali.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho mengatakan, tujuan pelaksanaan simulasi gempa dan tsunami untuk memastikan kesiapan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dalam menyambut dua perhelatan akbar yang akan digelar di Bali yaitu Global Platform for Disaster Risk Reduction ketujuh pada Mei 2022 dan KTT G20 pada Oktober 2022.

“BMKG dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berupaya semaksimal mungkin memastikan kesiapan Bandara Bali mengantisipasi dan memitigasi gempa dan tsunami,” kata Cahyo dalam keterangan persnya, Sabtu 26 Maret 2022.

Kepala UPT BMKG Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, Arief Tyastama, menilai simulasi penting digelar mengingat potensi gempa yang dapat membangkitkan tsunami di Bali.

Menurutnya, upaya-upaya untuk penguatan mitigasi gempa dan tsunami di Bali perlu dilakukan pada semua sektor. Simulasi gempa dan tsunami di Bandara I Gusti Ngurah Rai dinilai sebagai salah satu upaya mitigasi kultural untuk sektor infrastruktur kritis, demi menjamin keselamatan penumpang, pegawai dan pengguna jasa bandara.

“Sekaligus mempercepat keberlangsungan operasional bandara jika mengalami gempa dan tsunami,” ujarnya.

Airport Safety, Risk and Performance management Senior Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Darji, menyatakan simulasi melatih pengelola bandara apabila mengalami kondisi darurat gempa berpotensi tsunami dengan magnitudo 8,5 yang bersumber di sisi selatan Bali.

Simulasi itu menguji proses kedaruratan dimulai dari respon saat merasakan gempa, menerima informasi gempa dan peringatan dini tsunami dari BMKG, dan proses evakuasi tsunami.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button