PILIHAN

Siapa Jamin Keamanan KTP Dukungan?

2019

Pilkada

TimurMedia.com:

Report: Nina | Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Maraknya penyalahgunaan KTP untuk pinjaman online, berimbas pada kekhawatiran dukungan calon independen.

Andika warga Strat 1 Balikpapan, tidak mau memberi dukungan KTP terhadap calon independen yang akan maju di Pilkada 2020.

“Bukan menolak sosoknya tapi takut identitas saya nanti tidak aman. Kan tidak ada jaminan KTP saya tak digunakan untuk selain dukungan,” katanya.

Andika berpendapat ia hanya menjaga agar identitas resminya tidak disalah gunakan untuk kepentingan negatif.

“Misalnya disalahgunakan untuk pinjaman online, sewa mobil atau lainnya. Lagi banyak kasus begini kan, jadi takut lah,” urainya.

Hal sama dikatakan Budi warga Gunung Samarinda Balikpapan. Ia mengaku pernah diajak memberi dukungan dengan menyerahkan KTP nya.

“Tapi saya tolak. Saya takut nanti KTP saya dipakai macem-macem,” ucapnya. Ia mengaku tidak juga mendapat jaminan dari timses.

“Misalnya saya kasih. Tapi yang jamin keamanan identitas saya nanti siapa. Apa berani timses atau calonnya kasih jaminan,” tanya Budi.

Ia berujar di tengah maraknya penyalahgunaan identitas, membuatnya enggan menyerahkan KTP untuk memberi dukungan Bacalon Walikota.

Menurutnya lembaga resmi saja harus berkirim surat pada lembaga lain untuk mendapatkan identitas warga. “Masa kita tidak kenal tim sukses, lalu minta KTP kan takut juga,” lanjutnya.

Ia menyarankan dukungan untuk calon independen diganti dengan bentuk lain. “Saya tak tahu ganti apa. Itu urusan pemerintah tapi jangan sampai merugikan warga. Itu saja,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, bakal calon independen Walikota Balikpapan, Letkol Sholehuddin Siregar berpendapat lain.

Menurutnya kekhawatiran penyalahgunaan itu sengaja diciptakan rivalnya yang enggan dirinya maju. “Itu black campaign saja. Dari dulu kan dukungan independen pakai KTP. Mau pakai apa lagi,” jelasnya.

Tapi ia tak menjawab tegas saat ditanya apakah timsesnya berani memastikan identitas dukungan dijamin aman. “Disalah gunakan untuk apa. Ini kan syarat dari KPU,” tutur Siregar.

Ia menilai saat ini calon independen sengaja dipersulit untuk maju. Kesulitan itu dari ribetnya syarat yang diatur dalam Peraturan KPU terbaru.

“Sampai sebelum pendaftaran Maret nanti, saya harus bisa mengumpulkan 39 ribu dukungan KTP warga. Tapi saya yakin pasti bisa,” jelasnya.

Komisioner KPU Balikpapan, Syahrul Karim, tidak menampik adanya penambahan syarat bagi calon independen.

“Iya sesuai PKPU terbaru saat ini syaratnya 8,5 persen dari DPT. Minimal perlu ada dukungan 39 ribu jiwa,” jelasnya.

Selain itu, bakal calon independen juga perlu menyediakan surat pernyataan dari warga. “Bacalon perseorangan harus menyertakan juga formulir Model B.1-KWK,” jelasnya.

Namun, Syahrul enggan berkomentar saat ditanya adanya kekhawatiran warga terkait penyalahgunaan identitas. “Itu bukan ranah kami untuk menjawab. Silakan tanya yang lain,” jelasnya.

Most Popular

To Top