Penajam Paser Utara

Serapan Dana Korona PPU Rendah

Dari tiga instansi, dua di antaranya serapan dana masih di bawah 15 persen.

Reporter: Robby I Editor: Fai

TIMUR MEDIA –  Serapan anggaran penanganan korona di dua instansi Kabupaten Penajam Paser Utara, terbilang rendah. Di antaranya, anggaran untuk Dinas Kesehatan yang diguyur sekitar Rp 25 miliar, baru terpakai di bawah 10 persen. Sedangkan serapan dana RSUD RAPB PPU baru terpakai sekitar 5 persen dari total Rp 15 miliar.

Berikutnya di BPBD yang memiliki anggaran penanganan korona terbesar yakni Rp 31 miliar, telah menggunakan dananya untuk program pembagian sembako gratis sekitar Rp 29 miliar. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah PPU, Tohar, Kamis 25 Juni 2020.

“Hanya BPBD yang pencapaiannya melewati 10 persen. Sedangkan di Dinkes dan RSUD, dana yang terpakai masih di bawah 10 persen,” papar Tohar. Ia mengatakan evaluasi terhadap anggaran korona yang digunakan tiga instansi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus dilakukan.

Tohar melanjutkan, setiap hari ada laporan ihwal pengeluaran dana yang digunakan dalam setiap kegiatan penanganan Covid-19. “Sudah dievaluasi, setiap hari ada laporan,“ kata Tohar.

Ia merinci, dana yang digunakan BPBD digunakan untuk pengadaan sembako gratis. Jika masih ada sisa anggaran, akan digunakan untuk mendukung seluruh aspek operasional Tim Gugus Tugas Covid-19. Alasannya, BPBD hanya bersifat koordinator, jelas Tohar.

Sedangkan penggunaan dana di Dinkes PPU, sambungnya, untuk pengadaan alat dan pendistribusian, seperti bilik sterilisasi dan memfasilitasi puskesmas di PPU. Dana di rumah sakit digunakan untuk tindakan perawatan lanjutan bagi pasien PDP dan pasien positif korona.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button