Peristiwa

Seorang Kakek Dipasung Delapan Tahun

Dipasung karena sering mengamuk.

Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Dua orang dengan ganggungan jiwa atau ODGJ, di Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali bertahun-tahun dipasung keluarganya. Salah satunya, seorang kakek bernama Sutarman (65) yang telah dipasung selama delapan tahun di sebuah rumah, yang juga digunakan sebagai kandang sapi.

Kakek Sutarman mengalami gangguan jiwa sekitar 40 tahun lalu. Sebelumnya, ia pernah merantau ke Jakarta dan Solo untuk bekerja sebagai tukang batu dan tukang kayu.

Ia dipasung di bagian kakinya dengan rantai dan diikat di tiang rumah. Bangunan rumah yang juga kandang sapi itu berada di bangunan rumah utama. Jarak Sutarman dipasung dengan sapi hanya kisaran 4-5 meter.

Kakak kandung Sutarman, Sulomo, mengatakan alasan pemasungan karena adiknya dinilai sering mengganggu. “Belum lama, sekitar 8 tahunan. Karena ngamuk,” ujar Sulomo, dikutip dari Detik, Selasa 1 Desember 2020. Sulomo berujar, adiknya tidak mau diajak pindah ke rumahnya.

Namun, adiknya itu kembali lagi ke rumah berlantai tanah itu. “Sudah dibawa ke mana-mana untuk berobat. Ayah saya sampai jual tanah. Sudah empat kali dibawa ke RSJ, ke dokter sampai ke orang pintar, tetapi tidak ada perubahan,” ujarnya.

Setelah berobat kemana-mana tanpa perubahan, lanjutnya, pihak keluarga akhirnya membawa kakek Sutarman pulang untuk dirawat semampunya. “Saya sebagai saudara laki-laki ya bertanggung jawab, bawa ke rumah saya, saya rawat semampunya,” katanya.

Kisah serupa dialami Sugeng Waluyo (35). ODGJ asal Desa Bawu dan sekitar lima tahun dipasung menggunakan rantai di dalam rumahnya. Orang tua Sugeng, Sumini, mengatakan anak pertamanya itu menderita gangguan jiwa sejak berumur sekitar 20 tahun. Kala itu Sugeng bahkan hendak merantau ke Jakarta untuk bekerja.

“Sebenarnya saya juga sedih, tapi gimana lagi. Sebenarnya juga tidak mengamuk, tapi kalau dilepas pergi ke mana-mana,” terang Sumini dalam bahasa Jawa halus.

I Detik

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button