NEWS

Seleksi Guru PPPK Sesuai Kompetensi

Pemerintah pusat mengundang pemerintah daerah mengajukan formasi lebih banyak sesuai kebutuhan.

Report: Ryan I Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Nunuk Suryani mengatakan seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK menyesuaikan kompetensi.

Alasannya, sambung Prof Nunuk, “Kami ingin memperbaiki pendidikan Indonesia. Jadi seleksinya berdasar kompetensi bukan pengalaman,” terangnya Sabtu 28 November 2020.

Menurutnya meski perekrutan tidak mempertimbangkan pengalaman guru honorer, Kemendikbud tetap memberi latihan soal-soal seleksi PPPK tersebut.

“Kami memberikan latihan yang dapat diaplikasikan,” jelasnya. Selain itu, Kemendikbud juga memberi kesempatan tes bagi guru honorer yang tidak lolos PPPK sampai tiga kali tes.

Pemerintah, lanjut Prof Nunuk, membuka kesempatan bagi guru honorer untuk dapat mengikuti seleksi PPPK pada 2021. Seleksi ini dibuka karena berdasarkan Data Pokok Pendidikan Kemendikbud memperkirakan kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta guru, di luar guru PNS yang saat ini mengajar.

Pembukaan seleksi untuk menjadi guru PPPK adalah upaya menyediakan kesempatan yang adil untuk guru honorer yang kompeten agar dapat mendapatkan penghasilan yang layak.

Guru yang dapat mendaftar dan mengikuti seleksi, yaitu guru honorer di sekolah negeri dan swasta yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan dan lulusan Pendidikan Profesi Guru yang saat ini tidak mengajar.

“Perekrutan guru PPPK untuk tahun 2021 berbeda dengan tahun 2019,” terangnya. Kalau sebelumnya formasi guru PPPK terbatas maka di tahun 2021 semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar dan mengikuti seleksi. Kemudian, bagi yang lulus seleksi akan menjadi guru PPPK hingga batas satu juta guru.

Pemerintah pusat juga mengundang pemerintah daerah mengajukan formasi lebih banyak sesuai dengan kebutuhan. Perbedaan selanjutnya, jika sebelumnya setiap pendaftar diberi kesempatan mengikuti ujian seleksi hanya satu kali maka untuk tahun 2021 diberi kesempatan sampai tiga kali.

Selanjutnya, kalau sebelumnya tidak ada materi persiapan bagi pendaftar, maka untuk 2021 Kemendikbud menyiapkan materi pembelajaran daring untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian.

“Bahkan, jika sebelumnya pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran gaji peserta yang lulus seleksi guru PPPK, maka tahun ini pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji seluruh peserta yang lulus seleksi guru PPPK,” tuturnya.

Perbedaan selanjutnya, kalau sebelumnya biaya penyelenggaraan ujian ditanggung pemerintah daerah maka pada untuk tahun 2021 biaya penyelenggaraan ujian ditanggung Kemendikbud.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button