InternasionalBencana Alam

Selandia Baru Waspada Tsunami

Evakuasi mengesampingkan aturan penanganan Covid-19.

Report: Maya I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Selandia Baru diguncang gempa magnitudo 7,3 pada Jumat 5 Maret 2021 waktu setempat. Dilansir dari Global News, Badan Meteorologi Selandia Baru menyebut gempa berpusat sekitar 85 kilometer timur Te Aroroa. Kedalaman gempa sekitar 94 kilometer.

Gempa ini memicu peringatan tsunami. Pihak berwenang menyarankan orang-orang di daerah pesisir untuk segera pindah ke dataran tinggi. Gelombang tsunami mungkin terjadi dalam jarak 300 km dari pusat gempa, jelas Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.

“Siapapun yang berada di dekat pantai yang merasakan gempa panjang atau kuat harus bergerak segera ke tempat tinggi terdekat, atau sejauh mungkin ke pedalaman,” pesan Badan Manajemen Darurat Nasional dalam sebuah kicauan. Tidak ada laporan kerusakan akibat gempa.

Pemantau seismik Pemerintah Selandia Baru, Geonet, merilis gempa berkekuatan 7,2 dengan kedalaman 94 km (58 mil). Lebih dari 60 ribu orang dilaporkan merasakan gempa di situs web GeoNet, dengan 282 orang menggambarkan getaran itu sebagai parah dan 75 orang mengatakan itu ekstrem.

Kebanyakan orang lain menggambarkannya sebagai cahaya. Kota besar terdekat dari episentrum adalah Gisborne dengan populasi sekitar 35.500 jiwa. Orang-orang di dekat pantai dari Cape Runaway ke Tolaga Bay disuruh mengungsi.

“Gempa parah ini memiliki getaran hingga 7,2 magnitudo,” jelas Badan Seismologi Selandia Baru, GeoNet, dilansir dari BNO News, Kamis, 4 Maret 2021. Mengenai korban jiwa dan kerusakan yang disebabkan gempa belum diketahui.

Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru mengatakan masih menilai apakah gempa bumi hari Jumat telah menimbulkan tsunami, tetapi mendesak orang-orang di dekat pantai untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Saran evakuasi ini mengesampingkan peraturan Covid-19. Jangan tinggal di rumah jika Anda berada dekat pantai dan merasakan gempa yang lama dan kuat,” kata mereka.

“Segera evakuasi diri ke dataran tinggi terdekat, keluar dari semua zona evakuasi tsunami atau sejauh mungkin ke pedalaman. Jaga jarak dua meter dari orang lain jika Anda bisa dan aman untuk dilakukan.”

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button