Internasional

Rusia Tak Mau Tunduk Barat

Report: Maya I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan negaranya tidak akan tunduk pada upaya Barat untuk mencapai dominasi global dan memecah belah Rusia. Ia menegaskan hal itu pada Kamis 17 Maret 2022, seperti dikutip dari Al Jazirah.

Bahkan, menurut laporan Russia Today pada 16 Maret 2022, Pemerintah Rusia menjatuhkan sanksi kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Menteri Luar Negeri Tony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, dan 10 pejabat pemerintahan serta tokoh politik Amerika lainnya.

Moskow menegakan sanksi itu sebagai tindakan balasan atas apa yang diberlakukan Amerika, setelah Washington memasukkan para pemimpin Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, ke dalam daftar hitam.

Rincian terbaru untuk stop list  Rusia diumumkan oleh Kremlin.

“Sebagai reaksi balasan terhadap jalan yang sangat Russofobia yang diambil oleh pemerintahan AS saat ini,” bunyi pengumuman Kremlin.

Di urutan teratas daftar 13 nama adalah Presiden Biden, diikuti Blinken dan Austin. Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Direktur CIA William Burns, dan Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki juga disebutkan.

Al Jazirah melaporkan, Rusia tetap siap membahas status netral untuk Ukraina.

Dalam pidatonya pada Rabu (16/3), Putin mengakui sanksi Barat telah memukul ekonomi Rusia. Namun ia menegaskan Rusia dapat menahan pukulan itu dan membalasnya.

“Di masa mendatang, ada kemungkinan rezim pro Nazi di Kiev bisa mendapat senjata pemusnah massal, dan targetnya adalah Rusia,” ujar Putin.

Putin mengilustrasikan, para pemimpin Ukraina sebagai neo-Nazi yang bertekad melakukan genosida terhadap penutur bahasa Rusia di timur negara itu. Menurutnya, negara-negara Barat ingin mengubah Rusia menjadi negara lemah, melanggar integritas teritorialnya, dan memecah belah Rusia.

“Jika Barat berpikir Rusia akan runtuh atau mundur, mereka tidak tahu sejarah kita atau orang-orang kita. Di balik pembicaraan munafik dan tindakan hari ini yang disebut kolektif Barat adalah tujuan geopolitik yang bermusuhan,” tegas Putin.

Ia menilai Barat tidak rela jika Rusia menjadi kuat dan berdaulat. Putin bilang, meski Barat menjatuhkan sanksi pada Rusia, pihaknya menjanjikan dukungan ekonomi untuk keluarga dan anak-anak.

Putin mengatakan Barat telah menyatakan Rusia default sebagai bagian sanksi atas konflik di Ukraina. Tetapi Putin membantahnya. Ia menilai konflik itu hanya sebagai alasan bagi Barat untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

“Barat tidak perlu repot menyembunyikan tujuan mereka untuk merusak seluruh ekonomi Rusia, dan setiap orang Rusia,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button