Internasional

Rusia Kecam Israel terkait Aneksasi Ilegal

Red : Ahmad Mulyadi

MOSKOW – Pemerintah Rusia menyatakan prihatin atas rencana Israel melakukan perluasan pemukiman ilegalnya di Tepi Barat. Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, kemarin (22/10/2020) seperti dilansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Moskow, Zakharova menegaskan bahwa tindakan Israel membangun tembok pemisah di Jerusalem itu berarti juga aneksasi wilayah Palestina. Dan itu berarti Israel melanggar hukum-hukum internasional yang telah disepakati bersama.

“Kami ingin menyampaikan keprihatinan kami yang dalam terkait keputusan pemerintah Israel yang menyetujui rencana skala besar untuk memperluas permukiman Israel di Tepi Barat. Kami melihat adanya sejumlah proyek pemukiman baru termasuk pembangunan bagian tambahan dan penghalang pemisah di Yerusalem Timur. Intinya, ini berarti mencaplok wilayah Palestina,” Kata Zakharova.

Zakharova pun menekankan bahwa persoalan Palestina membutuhkan kerjasama semua pihak di mana masing-masing pihak harus menghormati kedaulatan setiap negara dan tidak boleh ikut campur urusan negara lain.

Seperti diketahui, pada 17 Oktober lalu Pemerintah Israel menyetujui pembangunan 12.159 unit pemukiman ilegal di Tepi Barat pada tahun ini. Mereka bahkan mengeluarkan tiga perintah militer agar menyita sekitar 2.700 hektar dari Lembah Yordania di Tepi Barat.

Langkah tersebut dilakukan sebulan setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain sepakat untuk membangun hubungan diplomatik, budaya, dan komersial secara penuh dengan Israel. Kesepakatan itu ditandatangani masing-masing pihak dengan disponsori Amerika Serikat.

Sementara itu, Abu Dhabi dan Manama menepis dugaan keterlibatan mereka dengan mengatakan bahwa kesepakatan mereka dengan Israel adalah menghentikan rencana aneksasi Israel yang mengambil hampir 30% dari Tepi Barat. Menyikapi hal itu, pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa Israel tidak menyepakati penghentian ekpansinya, melainkan hanya menunda.

Sebagai informasi, wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, merupakan wilayah yang dilindungi oleh hukum internasional, sehingga membuat semua permukiman yang dibangun Israel di wilayah tersebut menjadi ilegal. Namun hal tersebut sering diabaikan Israel. Bahkan pada 1967, Israel menduduki sebagian besar wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, dan bagian Barat Dataran Tinggi Golan.

Sikap Israel tersebut akhirnya membuat Dewan Keamanan PBB mengadopsi sejumlah resolusi. Resolusi tersebut mewajibkan Israel untuk membebaskan wilayah yang diduduki. Namun demikian, Israel tetap mengabaikan PBB dan melanjutkan politik ekspansionisnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button