NEWS

Rektor Unhas: Covid-19 Bukan Aib

Unhas berkomitmen memutus mata rantai penyebaran.

Reporter: Maya I Editor: Basir Daud

TIMUR MEDIA– Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menjelaskan masyarakat harusnya memiliki cara pandang baru terhadap Covid-19. Virus ini memang menyebar dan berada di sekitar tetapi ini bukan hal memalukan. Siapa saja, menurutnya, tanpa kenal strata sosial, berpotensi terpapar.

“Covid-19 bukan aib. Ini bukan hal memalukan. Jangan takut memeriksakan diri, dan jangan malu jika terkena. Unhas memilih langkah ini untuk memberikan contoh, sambil menyiapkan protokol untuk tindak lanjut. Jika kita menemukan ada yang positif, protokol pencegahan akan segera bekerja,” kata Prof. Dwia, dilansir Rol, Selasa 23 Juni 2020.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Unhas Prof dr Budu SpM(K) M MedEd PhD, mengatakan Unhas telah menggelar rapid test massal untuk melakukan pencegahan penularan COVID-19. Pihaknya intensif melakukan langkah aktif dan progresif untuk turut serta melakukan pencegahan sejak dua minggu terakhir.

Langkah tersebut diambil menindaklanjuti laporan bahwa empat pegawai ditemukan positif terinfeksi. Berdasarkan contact tracing, keempat pegawai tersebut kemungkinan terpapar dari luar kampus.

Kendati demikian, Unhas berkomitmen untuk memastikan seluruh pegawai dalam keadaan sehat dan terhindar dari infeksi virus corona. Rektor Unhas memerintahkan agar seluruh pegawai sebanyak 2.000 orang menjalani rapid test sebagai langkah pencegahan penularan.

Prof Budu menjelaskan Tim Satgas COVID-19 Unhas telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk menangani pegawai Unhas yang terinfeksi Covid-19. Secara medis, langkah pertama adalah segera melakukan isolasi dan karantina secara ketat.

Tim Satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin mencatat sebanyak 25 pegawai Unhas terpapar virus corona usai dilakukan tes massal pada 16-17 Juni 2020. Sebanyak 25 pegawai yang positif terinfeksi Covid-19 itu sampai saat ini belum menunjukkan gejala klinis.

“Seluruh pegawai yang dinyatakan positif tersebut kondisinya sehat, tidak ada gejala sakit apapun yang kita temukan,” ujar Prof dr Budu, Selasa.

Awal ditemukan, lanjutnya, sebanyak 17 pegawai yang reaktif. Namun setelah seluruh pegawai dites, ditemukan sebanyak 37 orang yang reaktif.

Sesuai standar pencegahan penularan virus korona, seluruh pegawai ini diambil tindakan lanjutan, dengan melakukan karantina mandiri dan melakukan test sweb (PCR) untuk memastikan mereka yang reaktif betul terinfeksi COVID-19. Unhas telah menerima hasil pemeriksaan PCR terhadap ke-37 pegawai yang reaktif pada Selasa.

Dekan Fakultas Kedokteran ini menjelaskan langkah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pegawai Unhas ini menjadi langkah yang sangat strategis. Dengan melakukan pemeriksaan, Unhas berkomitmen total memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Coba bayangkan kalau kita tidak melakukan pemeriksaan massal. Mereka ini tentu bisa menjadi sumber penularan bagi ribuan pegawai lainnya. Sekarang kita segera memutus rantai sebaran,” kata Prof. Budu.

“Kita kemudian melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Gugus Tugas Provinsi, dan Satgas Kota Makassar. Untuk mereka yang positif, kita akan berikan pilihan untuk isolasi di hotel. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Provinsi untuk hal ini,” kata Prof. Budu.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close