Kaltim

Rapid Test Hanya untuk Skala Prioritas

Report: Robi| Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Sekitar 2.400 kit rapid test telah didistribusikan Pemprov Kaltim ke beberapa daerah. Nantinya hanya digunakan untuk sasaran yang menjadi prioritas.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak, mengatakan pihaknya telah mendistribusikan rapid test ke rumah sakit dan dinas kabupaten/ kota di provinsi ini.

“Untuk rumah sakit, yang kami distribusikan secara langsung adalah rumah sakit RSUD Kanudjoso Balikpapan dan RSUD AWS Samarinda,” jelas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Sabtu 28 Maret 2020.

Sisanya, ujar Andi, telah didistribusikan melalui pihak Dinas Kesehatan kabupaten-kotanya.

Ia mengakui dengan keterbatasan kuantitas rapid test, maka tidak seluruh masyarakat bisa melakukan diagnosa awal korona melalui rapid test ini. Pihaknya akan melakukan tes hanya untuk dua kelompok prioritas.

“Perlu kami tegaskan, karena jumlahnya masih terbatas sehingga kami prioritaskan untuk tenaga-tenaga kesehatan yang merawat pasien dalam pengawasan dan terkonfirmasi virus korona,” ujarnya.

Prioritas kedua, imbuhnya, para keluarga pasien yang sudah dinyatakan positif virus korona.

“Jadi itu dulu yang diutamakan. Kalau memang masih berlebih akan digunakan orang yang memiliki tingkat risiko terjangkit,” tutur Andi. Saat ini pihaknya masih fokus pada penuntasan pendistribusian.

Setelah pendistribusian selesai, sambung Andi, nantinya pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan teknis pengujian.

Ia mengingatkan untuk menjalani test ini ada beberapa protokol yang harus diikuti. Salah satunya harus diperiksa oleh tim Penanganan Pencegahan Infeksi. Selanjutnya, baru dilakukan pemeriksaan.

Andi juga mengingatkan, rapid test bukan alat untuk mendiagnosa, tapi sekadar deteksi awal apakah seseorang itu sedang terinfeksi korona atau tidak.

“Kalau hasilnya negatif, pengujian akan kembali dilakukan pada hari ketujuh sampai hari kesepuluh,” jelasnya.

Langkah ini guna mengantisipasi reaksi antibodi terhadap virus yang belum muncul akibat baru saja terpapar.

Kalau hasilnya positif, ujar Andi, maka akan kembali akan mengikuti uji laboratorium di tempat yang telah ditunjuk pemerintah pusat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button