Politik

Rahmad – Thohari Enggan Deklarasi?

Report: Hendra I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Partai Golkar telah resmi mengumumkan sejumlah calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada Desember 2020. Termasuk di Balikpapan dan beberapa daerah lain di Kaltim.

Setelah DPP PDIP resmi mengumumkan pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari untuk maju di Pilkada Balikpapan, giliran DPP Golkar mengumumkan rekomendasi sama. Pengumuman itu berlangsung di Kantor DPP Golkar, Minggu 12 Juli 2020.

Sekretaris DPD Golkar Kaltim, M. Husni Fahruddin menjelaskan pengumuman pasangan yang diusung partainya diumumkan untuk seluruh Indonesia. Namun hal itu akan dilakukan bertahap. Di Kaltim, dari sembilan daerah yang menghelat Pilkada, sudah lima pasangan yang diumumkan.

Antara lain, Balikpapan, Bontang, Kutim, dan Mahulu. “Untuk Balikpapan, Golkar mengusung pasangan Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz, sebagai wali kota dan wakil wali kota, Itu sudah final,” tegas Ayub, sapaan karibnya.

Selain Balikpapan, empat pasangan di daerah Kaltim lainnya juga diumumkan. Yakni, lanjut Ayub, di Bontang mengusung Neni Moerniaeni – Joni Muslim. Di Berau, pasangan Seri Marawiyah – Agus Tantomo. Untuk  Kutim, pasangan yang diusung Mahyunadi – Lulu Kinsu. Sedangkan di Mahakam Mahulu, Golkar mengusung Bonifasius Belawan Geh-Yohanes Avun.

“Empat daerah lain disampaikan di tahap pengumuman selanjutnya,” jelas Ayub.

Kendati DPP dua partai ini telah mengumumkannya secara resmi, namun pasangan terkait di Balikpapan belum bergerak untuk melakukan deklarasi terbuka. Bahkan, Rahmad Mas’ud justru menyatakan pengumuman resmi itu belum final.

“Tunggu di KPU nanti. Semua masih dinamis, sahnya baru di KPU,” ujar Rahmad. Ia berpendapat pasangan yang diumumkan itu masih sementara. Kepastian baru akan terlihat saat pendaftaran di KPU Balikpapan pada 4-6 September 2020.

Ia tidak menampik pasangan ini akan berubah meski dalam pengumuman rekomendasi, kedua calon hadir. “Kita sebagai bakal calon untuk sementara memang harus hadir. Tapi, semua masih dinamis.” Rahmad juga mengelak keduanya sudah final saat dikaitkan dengan foto dirinya bersama Thohari telah menyebar luas di media sosial.

Rahmad menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar. “Itu hanya menghadiri acara, komunikasi antara Golkar dan PDIP yang diundang untuk menghadiri penyerahan surat rekomendasi. Biasa saja foto-foto itu,” kata Rahmad.

Segendang sepenarian. Thohari Aziz juga mengamini apa yang disampaikan Rahmad Mas’ud.

Thohari menegaskan pengumuman resmi itu belum final. “Hasil akhirnya baru diketahui saat berkas diserahkan ke KPU Balikpapan saat pendaftaran bacalon September nanti,” ujarnya. Soal kepastian deklarasi pun, ia meminta untuk menanyakannya ke Golkar.

Dari pantauan media ini, di Fanspage Thohari Aziz pun terlihat sepi. Berbeda kala namanya diumumkan oleh DPP PDIP pada 19 Februari 2020 lalu. Saat itu, usai namanya diumumkan, Fanspage nya begitu aktif memposting pelbagai kegiatan.

Nyaris saban hari, ada saja postingan baru terkait kegiataan yang dilakukan Thohari. Namun, usai namanya diumumkan Golkar justru terlihat sepi. Postingan terakhir tanggal 1 Juli 2020, terkait ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-74.

Begitu pun di Fanspage bernama Itu Sudah, yang dikelola tim Rahmad Mas’ud Center. Tidak ada ingar bingar postingan yang mendeklarasikan pasangan ini. Postingan terakhir tanggal 10 Juli 2020, terkait foto Rahmad Mas’ud dengan mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid.

Ini amat berbeda dengan bakal calon lain seperti Ahmad Basir dan Yasser Arafat, yang begitu gencar melakukan branding di sosial media dan media massa. Foto Rahmad Mas’ud dan Thohari, justru ramai dari netizen lain. Di luar Fanspage official yang dikelola resmi.

Sepinya postingan dari kedua Fanspage resmi mereka, di luar kebiasaan budaya politik Balikpapan. Biasanya usai mendapat rekomendasi dari DPP, akan dilakukan deklarasi resmi. Yang disusul sosialisasi pasangan, program unggulan dan visi misi dengan sangat gencar.

Apakah ini sebuah sinyal jika pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari benar-benar belum final? Atau skenario senyap untuk melawan kotak kosong?

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button