Balikpapan

Pusat Bantu Ratusan Miliar

Report: Hendra| Editor: Doni

TIMUR MEDIA – Pemerintah pusat akan membantu mengguyur anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk Pemkot Balikpapan. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mengatasi masalah banjir di kota ini.

Hal itu disampaikan Kabid Pengendali Banjir dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan, Rita. Menurut rencana dana itu akan dialokasikan untuk pembebasan lahan di sungai Ampal.

Saat ini, sambung Rita, normalisasi sungai Ampal dalam proses pembebasan lahan. “Pembebasan lahan akan dibantu Pemerintah pusat, semoga bisa cepat tuntas,” kata Rita.

Ia berujar Dinas PU Balikpapan sendiri menargetkan pembebasan lahan itu harus tuntas akhir tahun ini.

“Target tahun 2020 ini semoga bisa tuntas, apalagi ada MoU dengan Pemerintah pusat. Tahun depan dimulai pekerjaan fisik normalisasi sungainya, yang insya Allah juga dibantu Pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia mengimbau warga agar bisa bekerjasama dalam memudahkan proses pembebasan lahan. “Kita harus sama-sama peduli melakukan normalisasi. Penanganan banjir harus diselesaikan dari hulu ke hilir, nanti tidak ada yang dibedakan,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan mencatat sampai Oktober 2019, sedikitnya ada 88 titik banjir di Balikpapan.

Di antaranya, Jalan MT Haryono, kawasan Beler Kelurahan Damai, Jl Kapten Piere Tendean Gunung Sari, Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara. Titik banjir tersebar merata di seluruh kecamatan di Balikpapan.

Paling parah di Kecamatan Balikpapan Selatan, Tengah dan Utara. Selain banjir, Balikpapan kerap pula mengalami longsor. Antara lain di kawasan Prapatan Dalam, Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto mengatakan Balikpapan termasuk wilayah yang tinggi tingkat banjirnya.

“Jadi wajar saja jika ada kajian kalau Kota Balikpapan ditetapkan sebagai wilayah yang tinggi tingkat banjirnya,” ujarnya.

Pihaknya meminta bagian perizinan Pemkot Balikpapan agar lebih selektif dalam mengeluarkan izin pembangunan.

“Pembangunan perumahan makin marak di Kota Balikpapan. Hal itu yang menyebabkan makin banyak titik banjir  yang belakangan semakin mengkhawatirkan. Kita sudah lihat banjir sudah mulai banyak, kami akan menyarankan kepada perizinan untuk lebih hati-hati mengeluarkan izin,” tegasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close