Nasional

Professor Soebandrio: Harga Vaksin Impor Fantastis

Indonesia perlu memikirkan kedaulatan vaksin.

Report: Ryan I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Soebandrio menilai harga vaksin impor sangat fantastis. Menurutnya, Indonesia membutuhkan setidaknya 70 persen dari 260 juta jumlah penduduk yang harus divaksin.

“Nah 70 persen dari 260 juta itu jumlahnya 170 juta. Kalau satu orang harus divaksinisasi dua kali, kita membutuhkan 350 juta dosis. Kalau kita harus beli vaksin dari luar negeri, harga vaksin normalnya 1 dolar AS per dosis, tapi kalau harga pandemi itu jadi 10 dolar,” papar Amin, dalam Seminar PPRA LX Lemhannas.

Ia menekankan, “Mari kita berhitung 350 juta dikalikan 10 dolar 150.000 lah katakan itu angkanya 52 triliun. Jadi sangat fantastis.”

Untuk itu ia menyarankan agar Indonesia harus memiliki kedaulatan vaksin hasil penelitian sendiri dengan sampel virus dari pasien di tanah air. “Kita harus memiliki kedaulatan vaksin. Sama seperti kita sebetulnya harus memiliki juga kedaulatan diagnostik dan sebagainya,” ujarnya.

Prof Soebandrio juga mengingatkan, jika impor vaksin dari luar negeri pasti akan dijatah per tahun dengan jumlah vaksin tertentu yang berujung penanganan makin lama.

“Nah kalau Indonesia mendapat jatah misalnya satu juta dosis per minggu. Maka kita butuh 350 minggu untuk menuntaskan vaksinasi. Berarti 7 tahun baru selesai,” ujarnya.

Ia menilai, Indonesia sangat mampu menciptakan vaksin sendiri tanpa memikirkan jatah vaksin per tahun sehingga penanganan pandemi lebih cepat teratasi.

“Jadi yang ingin saya tekankan kita harus mampu punya kapasitas menghasilkan vaksin sendiri. Sehingga kita punya kedaulatan dan perusahaan di Indonesia sudah mampu menghasilkan 350 juta dosis per tahun,” katanya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button