AdvPenajam Paser Utara

Produktivitas Ternak Sapi PPU Naik 20 Persen

Program ini diyakini juga mampu menekan biaya produksi.

Report: Teguh I Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Pemerintah Kabupaten PPU membuat terobosan dalam pengembangan peternakan, khususnya terkait ternak sapi. Inovasi itu dengan menerapkan metode kandang penggembalaan mini, yang kerap disebut mini ranch.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian PPU, Arif Murdyatno, memaparkan metode ini seperti model pengelolaan budidaya sapi pedaging. Tapi dilakukan di lahan penggembalaan yang telah ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya.

Tanpa diduga ternyata hasilnya memuaskan. Pihaknya mengklaim ada peningkatan produktivitas sekitar 20 persen dibanding pola ekstensif. Hasil ini diperoleh dari terobosan mini ranch dengan mengkombinasikan intensifikasi kawin alam dan inseminasi buatan) secara komprehensif.

“Perhitungan belum final, tapi kisaran populasinya menjadi 16.700 ekor lebih. Sedangkan ada 150 populasi dari jumlah itu hasil peningkatan dari sistem mini ranch tadi,” jelasnya, Senin 2 November 2020.

Ia mengaku gembira dengan capaian itu. Rencananya hasil baik ini akan diterapkan ke seluruh kelompok ternak di PPU. Terutama bagi kelompok ternak yang potensial dan mempunyai lahan dan komitmen tinggi untuk budidaya ternak sapi potong.

“Kita harap mereka bisa mereplikasi inovasi ini. Khususnya di daerah pesisir Tanjung yang diintegrasikan dengan tanaman kelapa dalam,” ujarnya.

Ia mengurai ada pelbagai kendala yang dihadapi dalam menerapkan terobosan ciamik ini. Tantangan terbesarnya soal partisipasi peternak. Masalah SDM sangat diperlukan untuk melanjutkan program ini.

“Karena masih baru, jadi yang pertama harus diubah mindset peternaknya. Karena usaha budidayanya harus bernilai lebih. Jangan secara tradisional lagi supaya pendapatan mereka meningkat,” jelasnya.

Pola mini ranch, lanjut Arif, diyakini juga mampu menekan biaya produksi sehingga produknya memiliki keunggulan komparatif.

“Kita lakukan inovasi terus menerus sejak tahun 2019. Model pemeliharaan sapi secara semi intensif dengan perlakuan budidaya komprehensif. Dari pakan, kesehatan, reproduksi maupun pemasaran usai panen,” jelas Arif.

Awal mula program ini dilakukan tahun lalu dengan dengan melibatkan Kelompok Tani Sumber Rejeki di Kelurahan Saloloang. Untuk tahun 2020, ada di dua kelompok, yaitu Poktan Semoga Jaya di Kelurahan Nenang dan Poktan Sinar Abadi di Kelurahan Tanjung Tengah. Luasan area totalnya baru 4 hektare.

“Profil kegiatan berupa pagar keliling lahan, shelter, kebun rumput dan gangway untuk memudahkan penanganan atau handling sapi,” ujar Arif. Hasil dari kegiatan ini ternyata signifikan. Sesuai yang diharapkan. Karena  mampu meningkatkan produktifitas ternak sapi. *Adv

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button