Internasional

Pria Jerman Diduga Lakukan Kejahatan Kanibalisme

Polisi mengamankan obrolan dari platform online tempat korban dan tersangka mengatur waktu bertemu.

Reporter: Maya I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Seorang pria ditangkap di Berlin, Jerman. Pria 41 tahun itu diduga telah melakukan kejahatan mengerikan berupa kanibalisme setelah polisi menemukan setumpuk tulang yang lepas dari daging di pinggiran kota itu.

Dilaporkan AFP, pria tersebut ditangkap sejak Rabu sehubungan hilangnya pria berusia 33 tahun pada September lalu. Polisi tidak menyebut inisial tersangka, tapi sebuah harian lokal Bild mengidentifikasinya sebagai Stefan R, seorang guru matematika dan kimia sekolah menengah.

Korban bernama Stefan T. Polisi setempat menemukan tulang-tulang korban setelah mendapat laporan dari masyarakat yang berjalan-jalan di taman di distrik Pankow pada 8 November. Dari hasil analisis forensik tulang belulang itu disebut milik korban Stefan.

Jaksa Berlin mengatakan pada Jumat bahwa mereka tengah menyelidiki kasus ini secepat mungkin. “Sekaligus menjelaskan pembunuhan seksual dengan kecurigaan berlatar belakang kanibal,” papar kejaksaan dalam sebuah pernyataan, Jumat 20 November 2020.

Penyidik juga menemukan lemari es besar di ruang bawah tanahnya, tapi itu kosong. Mereka juga mengamankan obrolan dari platform online tempat korban dan tersangka mengatur waktu bertemu.

Sebelumnya kasus serupa sempat terjadi dengan tersangka Detlev Guenzel, mantan petugas polisi Jerman. Ia dihukum lantaran membunuh korban yang ditemuinya di situs web untuk fetishis kanibalisme. Kasus lain juga melibatkan seorang bernama Armin Meiwes. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di tahun 2006.

Menyoal kanibalisme, jauh di Vanuatu, negara kecil di Samudera Pasifik, pernah hidup sebuah suku bernama Amelbati. Mereka memilki tradisi memakan orang alias kanibal yang terakhir kali dilakukan tahun 1969. Sisa-sisa makanan itu bahkan masih bisa dilihat turis.

Vanuatu adalah negara dengan 83 pulau kecil di Samudera Pasifik, tak jauh dari Fiji. Akses menuju ke sana, perlu menumpang pesawat yang terbang dari Australia dan Selandia Baru, seperti Air Vanuatu. Sama seperti negara-negara kecil di Samudera Pasifik, Vanuatu diberkahi bentang alam pantai dan laut eksotis.

Bahkan di Vanuatu tersimpan situs kanibalisme. Situs itu bernama Situs Amelbati yang diambil dari nama suku Amelbati di Desa Walarno, di Pulau Malakula. Situs ini, hanya kumpulan batu-batu berserakan saja. Tapi saat memperhatikan sekelilingnya, ada bekas tulang belulang dan tengkorak manusia.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button