Internasional

Presiden Brasil Tolak Vaksin China

Relawan ujicoba vaksin Covid-19 asal Brasil, wafat setelah divaksin.

Report: Ryan I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menolak rencana pembelian 46 juta dosis vaksin Covid-19 buatan China. Penolakan ini memicu kekhawatiran karena rencana pembelian tersebut akan diuji di negara bagian di Brasil.

“Orang-orang Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan dari siapapun,” tulis Bolsonaro di akun media sosialnya, @jairmessias.bolsonaro.

Ia menekankan, “Keputusan saya adalah tidak membeli vaksin semacam itu (buatan China).”

Di laman Facebooknya, Jair Messias Bolsonaro, juga menulis, “Tidak ada niat untuk membeli vaksin China. Juga, jika tersedia, dia tidak akan wajib.” Sampai Jumat, 23 Oktober 2020 pukul 10.55 Wita, postingan itu dilike 89 ribu netizen, dibagikan 21 ribu kali dan dibanjiri 8.700 komentar.

Status di Fanspage Facebook Presiden Brasil, Jair, setelah diterjemahkan. (FB)

Dilansir Associated Press, Jair menyebut rival-rivalnya telah mempromosikan narasi terorisme sejak dimulainya pandemi dengan menyepakati pembelian vaksin Covid-19 dari China.

“Sangat disesalkan Gubernur Doria hanya tahu bagaimana melakukan ini. Tampaknya pembelian vaksin adalah kartu terakhirnya saat dia mencari popularitas, memulihkan semua yang lenyap karena pandemi.”

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Eduardo Pazuella dalam pertemuan dengan Gubernur Sao Paulo Joao Doria mengumumkan pembelian vaksin China senilai U$360 juta atau setara Rp 5,2 miliar. “Vaksin Butantan akan menjadi vaksin Brasil,” kata Pazuello, Selasa (20/10/2020), dikutip dari laman AP.

Doria adalah musuh politik Bolsonaro lantaran negara bagiannya ikut serta dalam pengembangan vaksin melalui buatan Butantan Institute.

Kementerian Kesehatan Brasil pada Senin (19/10/2020) mengeluarkan dokumen yang mengkonfirmasi pembelian vaksin Covid-19 kerjasama Butantan dengan Sinovac dengan harga per dosisnya US$10,3.

Di dokumen itu dijelaskan pembelian vaksin ini bergantung persetujuan dari kementerian kesehatan. Namun, Bolsonaro tidak menyetujui rencana tersebut.

Otoritas kesehatan Brasil Anvisa mengatakan pada Rabu (21/10/2020) seorang sukarelawan peserta uji klinis vaksin Covid-19, yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford, meninggal dunia. Kasus ini menjadi sorotan media internasional. Namun, pihak AstraZeneca belum mau mengomentari kasus tersebut.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button