Internasional

Presiden Brasil: Saya Tidak Mau Divaksin

Perusahaan vaksin disebut tidak akan bertanggung jawab bila terjadi gangguan kesehatan.

Report: Maya I Editor: Faisal           

TIMUR MEDIA – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, melontarkan statement yang mengejutkan dunia, terkait vaksin Covid-19. Bolsonaro mengaku takut terjadi gangguan kesehatan lantaran efek samping vaksin tersebut. Ia menilai, vaksin biasanya dibuat puluhan tahun. Adapun vaksin korona tidak sampai setahun.

Bahkan, Bolsonaro juga menyebut efek samping vaksin Covid-19 yang disebutnya bisa mengubah manusia menjadi buaya atau membuat wanita berjanggut.

Seperti dilansir Associated Press, Bolsonaro menyatakan dirinya tidak akan disuntik vaksin Covid-19 dari perusahaan manapun.

“Dalam kontrak Pfizer sangat jelas dinyatakan: ‘kami tidak bertanggung jawab atas efek samping apapun’. Jika Anda berubah menjadi buaya, itu masalah Anda,” ujar Bolsonaro, Sabtu 19 Desember 2020. Pernyataannya menjadi sorotan media asing. Terlebih di saat beberapa negara mulai melakukan vaksinasi bagi warganya.

Bolsonaro sendiri membebaskan warga Brasil untuk memilih, apakah mau divaksin atau tidak. “Vaksin akan ditawarkan ke semua orang, tapi mereka yang tidak ingin mendapatkan tidak perlu menerimanya,” tegas Bolsonaro.

Ia menekankan, “Saya tidak akan menerimanya. Beberapa orang menyebut saya memberi contoh buruk. Tapi kepada orang-orang dungu, kepada orang-orang bodoh yang mengatakan ini, saya memberi tahu saya memiliki antibodi, jadi mengapa harus divaksinasi?” tegasnya.

Presiden Jair Bolsonaro juga menyindir vaksin Covid-19 yang punya efek samping yang justru memengaruhi sistem kekebalan tubuh. “Jika Anda menjadi manusia super, jika seorang wanita mulai menumbuhkan janggut atau jika seorang pria mulai bicara dengan suara feminin, atau lebih buruk, vaksin itu mempermainkan sistem kekebalan kita,” tegasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button