AdvPenajam Paser Utara

PPU Garap Bendungan Telake

Pemkab PPU berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar.

Report: Teguh I Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Pemerintah Kabupaten PPU tengah menggarap bendungan Telake. Saat ini proses penetapan lokasi sudah memasuki tahap kedua. Rencananya, bendungan ini akan dibangun seluas 74 hektare.

Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang, menjelaskan sekarang sudah dibuat penetapan lokasi untuk area pelengkap Bendung, yakni jaringan irigasi yang terbagi menjadi saluran primer dan saluran sekunder.

“Sementara yang ini, untuk bangunan pelengkapnya. Ada jalan akses bangunan, saluran primer dan saluran sekunder,” papar Nicko, Senin 2 November 2020.

Nantinya, sambung Nicko, untuk wilayah keseluruhan yang akan dilalui saluran ini ada 15 desa di dua kabupaten, yaitu Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser. Dari 15 desa itu, sekitar lima desa masuk Kecamatan Long Kali dan 10 desa di Kecamatan Babulu.

“Artinya seluruh jaringan primer dan sekundernya akan melawati desa-desa ini,” jelas Nicko. Pemkab PPU berharap setiap proses bisa berjalan lancar. Mulai pembebasan dan pengadaan tanah ini diharapkan bisa segera berjalan sesuai jadwal, tahun 2021.

“Nanti pertanian juga bisa ikut terbangun. Semoga masyarakat bisa segera menikmatinya,” kata Nicko.

Terkait status lahan yang digunakan, lanjut Nicko, sesuai peraturan terbagi menjadi dua. Yakni Kawasan Hutan lindung milik negara dan kawasan Non Hutan Lindung yang dimiliki warga. “Jadi tidak keseluruhan lahan yang harus dibebaskan,” jelasnya.

Menurutnya total lahan yang bakal dibebaskan mencapai 166 hektare, terdiri dari 577 peta bidang. Nantinya, lahan Pemkab PPU akan melakukan proses pembebasan. Tujuan pembangunan bendungan Telake ini untuk keperluan masyarakat di dua wilayah.

“Yaitu untuk warga Kabupaten Paser dan Kabupaten PPU. Luasnya mencapai 21 ribu hektare,” jelas Nicko. Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan menjadi sentra pertanian untuk menunjang dan meningkatkan swasembada pangan di daerah selatan Kaltim.

Ia menjelaskan bendungan ini dibangun melalui APBN tahun 2020 sampai 2024. “Pemerintah Pusat memasukan Bendung dan Jaringan Telake dalam Program Proyek Strategis Nasional,” tuturnya.

Usai penetapan lokasi, akan dilakukan pengadaan tanah yang prosesnya sampai akhir 2020. Setelah itu, ada ketetapan peta bidang. “Peta bidang inilah yang menjadi dasar dilakukannya appraisal mulai tahun depan. Termasuk pembayarannya,” paparnya.

Namun, ia belum mengetahui apakah nanti akan dibayarkan sekaligus, atau bertahap. Begitu pula soal pembebasan di tubuh bendung. Ia mengatakan anggaran yang sudah turun baru sekitar Rp 2 miliar. Dana itu diperuntukkan untuk kerja panitia persiapan.

“Mulai sosialisasi dan penjelasannya, hingga menghasilkan penlok tadi,” paparnya.*Adv

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button