Nasional

Polri Pantau Kasus Kematian Herman Balikpapan

Seluruh pihak diminta bersabar terkait pemeriksaan yang dilakukan Propam.

Report: Ryan I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Mabes Polri mengatakan bahwa pihaknya turun mengawasi penanganan perkara kasus dugaan penganiayaan Herman Balikpapan (39), tahanan di Polresta Balikpapan, yang meninggal dunia.

Karopenmas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan saat ini pengawasan kerja internal kepolisian sedang dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan atau Propam Mabes Polri.

Meski demikian, ia menuturkan pengusutan kasus kini ditangani bidang Propam Polda Kaltim.

“Itu sudah ditangani Polda Kaltim. Divisi Propam Polri memantau penanganan kasusnya,” papar Rusdi, dikutip dari CnnIndonesia, Minggu 7 Januari 2021.  Ia masih belum bisa menjelaskan detil proses penanganan perkara tersebut. Dalam kasus ini pihak kepolisian dituduhkan melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan seorang tahanan meninggal dunia.

Ia meminta seluruh pihak dapat menunggu hasil penelusuran Propam.

Segendang sepenarian. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, meminta seluruh pihak bersabar menanti prosesnya. “Biarkan Propam Polda Kaltim bekerja sesuai tupoksinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan pihak Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap enam anggota Polresta Balikpapan. Namun, ia belum merinci lebih lanjut terkait pemeriksaan itu.

“Proses Propam sedang berlangsung. Setidaknya enam anggota Polresta Balikpapan sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Ade Yaya. Herman adalah seorang pemuda Balikpapan Utara yang tengah berperkara usai diringkus polisi atas dugaan pencurian handphone.

Kuasa hukum korban dari LBH Samarinda, Fathul Huda Wiyashadi menjelaskan, Herman ditangkap tiga orang aparat berpakaian sipil di rumahnya. Penangkapan itu disebut tanpa surat resmi penangkapan atau informasi terkait dugaan pidana dituduhkan kepada Herman.

Kata Fathul, Herman dibawa dalam kondisi telanjang dada sekitar pukul 23.00 WITA, Rabu 2 Desember 2020. “Ada tiga orang tidak dikenal datang ke rumah korban. Nyariin korban, mana Herman. Akhirnya ketemu di kamarnya, langsung diringkus. Nggak pakai baju diboyong, dimasukkan ke mobil dan dibawa,” jelas Fathul.

Menurut kesaksian keluarga, orang yang membawa Herman tak menyampaikan alasan penangkapan dan kejelasan hendak dibawa pergi ke mana. Akhirnya, anggota keluarga berinisiatif mendatangi Polres Balikpapan Utara dan Polresta Balikpapan dengan anggapan awal orang yang membawa Herman itu polisi.

Namun tak sampai 24 jam mendekam di bui, aparat memberitahukan kepada pihak keluarga bahwa Herman meninggal dunia pukul 21.00 WITA, Kamis (3/12). Petugas tidak memberi tahu dugaan penyebab meninggalnya Herman. Kasus ini pun dilaporkan ke Propam Polda Kaltim.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button