Balikpapan

Polisi Telisik Hoaks Penutupan Balikpapan

Report: Maya| Editor: Teguh

TIMUR MEDIA – Informasi bohong atau hoaks meresahkan warga Balikpapan. Informasi itu beredar di tengah kekhwatiran masyarakat terhadap penyebaran virus korona.

Informasi itu beredar melalui grup aplikasi  WhatsApp berupa surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Balikpapan yang akan melakukan penutupan ruas jalan utama di kota ini. Faktanya, informasi itu tidak benar. 

Pemerintah Balikpapan hanya melakukan pengetatan sosial. Itu pun masih digodok bersama Tim Gugus Tugas daerah penanganan penyebaran Covid-19.

Di akun Istagramnya, Walikota Balikpapan Rizal Effendi membantah surat penutupan Balikpapan tersebut.

“Sampai saat ini Pemkot Balikpapan masih menyiapkan konsep tahap awal pengetatan sosial yang mengatur pembatasan aktifitas, penutupan jalan, pembatasan ruang masuk ke Balikpapan. Sambil saya melakukan koordinasi dengan seluruh perangkat kota ataupun propinsi,” tulis Rizal di akun IG @rz_effendi58, Senin 30 Maret 2020.

Beredarnya sebaran hoaks itu tengah ditelisik jajaran kepolisian. Terlebih informasi tersebut juga beredar di sosial media.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi mengaku pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap sebaran hoaks itu.

“Kami sudah mengkonfirmasi langsung kepada Pak Walikota terkait beredarnya surat edaran itu. Tapi ternyata tidak ada Pemkot mengeluarkan surat edarannya. Ini artinya hoax atau berita bohong,” jelasnya.

Ia melanjutkan, “Untuk itu kami lakukan tindakan dengan penyelidikan,” tegas Turmudi.

Ia pun mengimbau .asyarakat agar selalu selektif dalam menerima kebenaran informasi yang diterima.

“Dicek kebenarannya dulu, sumbernya dari mana. Jangan asal share,” ingat Kapolresta. Pelaku penyebar berita hoax akan dijerat dengan Pasal 28 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang  ITE.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close