Kolom

Pilkada Dekat, Korona Minggat

Sedangkan Bill Gate adalah donatur WHO, sekaligus donatur perusahaan vaksin.

Oleh: Herlina Nia, penikmat masalah kesehatan

TIMUR MEDIA – Beberapa hari lalu, saya membaca informasi meningkatnya angka kesembuhan pasien korona di Balikpapan. Informasi itu disebarkan di laman sosial media Balikpapan, yang pengikutnya cukup banyak. Tapi, bukan soal laman sosial itu yang ingin dibahas.

Saya justru tergelitik membaca komentar netizen Balikpapan. Lalu terinspirasi untuk membuat judul tulisan ini. Di antara komentar mereka:

“Pilkada dekat, covid minggat.”

“Korona kmngkinan stelah pilkada usai keliaran.”

“Asiiik ternyata mudah, cukup pilkada pilpres aja tiap hari pasti ilang tu congorna.”

“Habis pilkada coronaaa meningkat drastis 😃😃😃😃😃😃 masyarakat sudah bangun dr tidurnya.”

Sarkatis mereka menunjukan apatisme masyarakat Balikpapan terhadap korona. Masyarakat sudah jenuh setiap hari, berbulan-bulan, sejak Maret sampai sekarang hanya dijejali berita-berita soal korona. Bahkan, berita itu sering dibumbui judul bombastis yang seakan-akan esok bakal kiamat.

Saya sendiri sempat terbawa. Tapi lama kelamaan, saya mencoba mencari sendiri. Membandingkan berita dengan kenyataan. Mencari informasi di luar negeri, bertanya ke sana sini. Kebetulan, beberapa teman basicnya ada yang dari medis dan peneliti di luar negeri.

Mereka memberi bacaan atau video yang jarang bahkan tidak dipublikasikan di media. Baik media asing juga media Indonesia. Ternyata, banyak dokter, imunolog serta epidimolog luar negeri yang (maaf) lebih berani mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.

Bahwa kebanyakan pasien positif korona dan meninggal dunia karena memang memiliki riwayat penyakit berat. Dari jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, dan lainnya. Bahkan, mayoritas usia lanjut di atas 60 tahun. Yang mohon maaf, kalau usia senja, sakit-sakitan, tanpa korona ya sudah memang parah.

Bahkan, aliansi dokter dunia dalam situs resminya di: https://worlddoctorsalliance.com/, menyatakan seharusnya sudah tidak perlu lagi protokol kesehatan dan vaksin. Mereka meyakini korona seperti pandemi flu. Tapi entah kenapa WHO sendiri belum menyatakan demikian.

Belakangan, saya juga baru tahu. Tidak sedikit petinggi WHO dan CDC serta FDA, yang menjadi rujukan, memiliki ikatan terhadap para perusahaan farmasi. Bahkan, Anthoni Fauci dan Dirut WHO Teodros juga dekat dengan Bill Gate. Sedangkan Bill Gate adalah donatur WHO, sekaligus donatur perusahaan vaksin.

Informasi seperti ini mungkin bukan hal baru bagi banyak orang. Tapi bagi saya, terus terang, membuat terkejut. Selama ini kita merujuk WHO, tapi donaturnya sendiri seorang investor perusahaan vaksin.

Sedangkan Bill Gate tidak memiliki basic pendidikan kesehatan, bukan imunolog juga bukan epidemolog. Bill Gate lebih dikenal sebagai pengusaha dan pendiri Microsoft. Ironi sekali kalau dia berbicara kesehatan global dan kata-katanya diikuti, hanya karena memberi dana pada WHO dan perusahaan vaksin.

Orang awam seperti saya bisa menebaknya. Pasti ada kepentingan. Termasuk soal vaksin dan pandemi ini. Lebih aneh lagi, di Wuhan sendiri sudah bebas. Padahal sumber virusnya dari sana. Dan Indonesia berencana membeli vaksin dari Cina. Dirut WHO Teodros dekat juga dengan Presiden Cina Xi Jin Ping. Pemerintah kita juga dekat dengan Cina. Apakah kebetulan?

Saya mengikuti perkembangan korona, yang bagi saya juga ironi. Kesembuhan global terus meningkat, tapi di Indonesia masih saja memberlakukan kebijakan yang membuat kita sedih. Anak tidak bisa sekolah, shalat jaga jarak, dan lainnya.

Dan kita menjadi semakin sedih saat Pilkada tidak ditunda. Ada kontradiksi antara angka-angka kasus, kebijakan dan fakta-fakta lapangan. Dalam pemberitaan, korona serasa menakutkan karena mematikan. Tapi di lapangan biasa saja. Bahkan berhari-hari orang melakukan demonstrasi.

Tidak ada satu pun yang meninggal dunia di jalanan seperti waktu kita menonton video dari Wuhan. Istilahnya mayat hidup atau zombi. Tapi tidak ada buktinya. Semua sehat-sehat saja. Di beberapa negara juga malah ramai demonstrasi. Tidak ada juga zombi.

Lalu di Indonesia, mendekati pelaksanaan Pilkada, tau-tau banyak angka kesembuhan. Setiap hari terus meningkat, tanpa vaksin apapun.

Saya jadi tertawa membaca komentar netizen di atas. “Pilkada dekat, covid minggat.”

Apakah komentar netizen lainnya nanti juga terbukti?

“Habis pilkada coronaaa meningkat drastis 😃😃😃😃😃😃 masyarakat sudah bangun dr tidurnya.”

Salam akal sehat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button