Kolom

Pilkada Balikpapan: Lenyapnya Isu Anti Komunisme

Isu ini tiba-tiba menjadi senyap.

Penulis: Ickur

Isu Pilkada kembali menghangat setelah redup beberapa saat tertimpa isu Covid 19. Kali ini calon pilih tanding dari Golkar, Rahmad Masud (RM) resmi dipasangkan dengan jagoan dari PDIP, Thohari Aziz (TA).

Balikpapan sebagai buffer zone  atau zona penyangga dari proyek ibukota baru, seharusnya menjadi titik incaran partai besar untuk memasang politisi nasional dalam bertarung di Pilkada Balikpapan. Ternyata politisi lokal yang kemudian mendapat rekomendasi untuk bertarung di ajang politik lima tahunan ini.

Muncul asumsi jangan-jangan pemindahan ibukota sekadar wacana, sehingga para politisi nasional serta partai yang menaunginanya kurang berminat di Pilkada Balikpapan.

Derasnya aliran dukungan ke pasangan calon RA-TA tentu akan mengubah konstalasi politik di Balikpapan. Sampai terdapat segelintir kicauan kemungkinan RM-TA melawan kotak kosong.

Yang mengejutkan, isu anti Komunisme yang masih menggelinding hangat berkaitan RUU HIP dan mencoba menggoyang PDIP secara nasional, tapi malah meredup di Balikpapan. Terutama jelang Pilkada ini.

Kelompok pendukung RM yang bertautan dengan gerakan anti Komunisme terpaksa bungkam, kalau tidak, meski tidak akan seramai perdebatan Pilkada DKI Jakarta, tapi lawan RM-TA bisa saja menggunakan isu anti Komunisme ini untuk menggerogoti elektabilitas pasangan RM-TA.

Atau isu anti Komunisme tetap muncul di permukaan, tapi hanya berupa riak-riak kecil. Dengan kata lain, para penggerak isu ini sedang tiarap, sedangkan yang tetap bergerak di lapangan kelompok atau orang-orang yang tidak terafiliasi ke dalam kelompok politik di barisan RA-TA.

Mungkin saja mereka kelompok yang berafiliasi ke lawan RA-TA, kelompok independen, atau bahkan kelompok pengusung khilafah nabhaniyah yang saat ini bermetamorfosis paska HTI menjadi organisasi terlarang.

Ah, entahlah…

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button