Pangan

Pertanian Tulang Punggung Pembangunan

Report: Ryan I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA –  Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menyampaikan, sektor pertanian bisa menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Dengan catatan, jika sektor itu dikelola dengan baik. Terlebih Indonesia punya sumber daya dan potensi pertanian yang sangat besar.

Namun, potensi dan sumber daya ini tidak akan berfungsi kalau tidak diupayakan sungguh-sungguh. Demikian diutarakan Fadel di hadapat peserta Rapat Terbuka Senat Dan Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang, Senin 30 November 2020.

“Jangan sampai sumber daya dan potensi yang dimiliki malah meninabobokkan, seolah kaya namun sesungguhnya tidak memiliki apa-apa,” tuturnya.

Ia menyampaikan data BPS tahun 2020 yang menyebut, produksi padi mencapai 55,16 juta ton GKG atau gabah kering giling setara dengan 31,63 juta ton beras. Secara matematis perhitungan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri.

“Tapi nyatanya, sejak lama kita selalu mengimpor beras. Bahkan dalam 50 tahun kita mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Fadel.

Ia menyampaikan, konsep Agropolitan Gorontalo mengenal istilah Ji Sam Su (234), yaitu 2 ha lahan, 3 kali panen jagung, dan memelihara 4 ekor sapi. Hasilnya, kesejahteraan petani melonjak. Ini bisa dilihat dari peningkatan jumlah jamaah haji.

“Awal 2000 jumlah jamaah haji asal Gorontalo sekitar 200-300 orang per tahun. Tahun 2005 sudah mencapai 1.000 orang. Artinya, makin banyak petani yang mampu naik haji berkat jagung. Pendapatan per kapita naik. Tahun 2002 sebesar Rp 2,4 juta, tahun 2005 menjadi Rp 3,2 juta,” urainya.

Untuk mencapai keberhasilan, ingat Fadel, pemerintah harus turun tangan mengambil kebijakan pro pertanian. Di antaranya, bantuan pupuk dan bibit, memperbanyak tenaga ahli pertanian, penyaluran kredit, pengadaan mesin pertanian dan bantuan penjualan produk pertanian.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button