Kaltim

Pertamina Siapkan SPBU Modular

Timur Media

SPBU modular. (Pertamina)

TimurMedia.com:

Report: Hendra| Editor: Doni

TIMUR MEDIA – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk melayani pengguna tol Kalimantan, akan beroperasi saat Natal 2019. Nantinya, Pertamina juga menyiapkan SPBU modular.

Hal itu disampaikan General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan Boy Frans Justus Lapian.

SPBU Modular adalah lembaga penyalur yang memiliki sarana dan fasilias yang dapat berpindah, yang didirikan sebagai alternatif bangunan untuk memenuhi kebutuhan BBM di lokasi tertentu. 

Boy menjelaskan di SPBU modular, Pertamina menyediakan layanan produk BBM yang terdiri dari Pertalite, Dexlite dan Pertamax.

“Pengguna jalan tol tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM di area tol karena kami telah menyiapkan produk Pertalite, Dexlite, dan Pertamax di SPBU Modular,” ujarnya.

Boy mengatakan Pertamina telah menyiapkan satu SPBU di jalur jalan tol Balikpapan-Samarinda yang lokasinya berada di kawasan rest area.

“Kami sudah menyiapkan SPBU di satu jalur, karena baru satu yang selesai. Natal dan Tahun Baru sudah siap melayani para pelintas melalui tol ini,” ujarnya.

Masyarakat, sambung Boy, tidak perlu khawatir saat melintasi jalan tol tersebut.
Alasannya, para pengguna ruas jalan tol ini tidak perlu keluar jalan tol hanya untuk mengisi BBM kendaraanya.

“Masyarakat bisa nyaman dan aman berkendara, kalau BBM nya akan habis SPBU sudah tersedia dalam rest area jalan tol ini. Jadi enggak perlu harus keluar tol,” tutur Boy.

Ia mengatakan, keberadaan jalan tol ini sangat membantu pendistribusian BBM dan lainnya ke kota Samarinda dan sekitarnya. Begitu sebaliknya.

“Pertamina berharap pendistribusian segala produk Pertamina bisa semakin lancar dan aman,” ujarnya. Pihaknya mengaku memperoleh keuntungan dengan terpangkasnya waktu tempuh.

“Hanya membutuhkan waktu sekitar 45-50 menit, produk Pertamina sudah bisa terdistribusi di Samarinda dan sekitarnya,” jelasnya.

Direktur Operasi PT Jasamarga Tollroad Operator Yoga Tri Anggoro, mengatakan masyarakat pengguna bisa menikmati jalan tol ini dengan bebas biaya.

“Batas waktu gratis kebijakan yang kami terima dari PUPR, selama periode Nataru masih di gratiskan,” jelasnya.

Namun ia belum bisa memastikan kapan batas waktu gratis berakhir, karena masih menunggu keputusan pemerintah.

“Kapan mulai dikenakan tarifnya kami masih menunggu kebijakan dari Kementrian PU-Pera,” ujar Yoga. Pemberlakuan tarif nantinya diterapkan dengan sistem uang elektronik atau e-money.

Most Popular

To Top