Mozaik

Permohonan Maaf Terindah

Oleh: Muhammad Hilal Zain

Suatu ketika para sahabat berkumpul di sebuah majelis. Waktu itu Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ tidak bersama mereka. Terdapat Khalid Bin Walid, Abdul Rahman bin ‘Auf, Bilal dan Abu Dzar di majelis itu. Orang-orang di majelis itu sedang membicarakan sesuatu.

Lalu Abu Dzar mengemukakan pendapatnya dan berkata:

“Menurutku, pasukannya mestinya begini dan begitu.”

Bilal berbeda pendapat dan berkata:

“Tidak! Usulanmu keliru. Usulanku adalah begini dan begitu.”

Abu Dzar membalas:

“Engkau juga wahai anak orang berkulit hitam. Engkau menyalahkanku?!”

Bilal lalu berdiri. Marah dan menyesalkan perkataan sahabatnya. Dia lalu berkata:

“Demi Allah. Aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah.”

Bilal tiba di hadapan Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ sambil mengadu:

“Wahai Rasulullah… tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Abu Dzar padaku?”

Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ bertanya:

“Apa yang dia katakan padamu?”

Bilal menjawab:

“Dia mengatakan begini dan begitu.”

Wajah Rasulullah kemudian berubah.

Abu Dzar mendengar hal ini. Beliau bergegas ke masjid dan menyapa Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ :

“Assalamu ‘Alaikum warahmatullah wabarakatuh… Ya Rasulallah.”

Rasulullah menjawab:

“Wahai Abu Dzar… apa dengan ibunya engkau menjelekkannya? Sungguh pada dirimu ada sisa-sisa jahiliyah.”

Abu Dzar tersentak menangis. Dia mendekat ke Rasulullah dan berkata:

“Wahai Rasulullah… mintalah kepada Allah agar mengampuniku.”

Sambil menangis, dia keluar dari masjid menemui Bilal yang sedang berjalan. Dia lalu membaringkan kepalanya sampai pipinya menempel ke tanah dan berkata:

“Wahai Bilal… Demi Allah. Aku tak akan mengangkat kepalaku sampai engkau menginjaknya dengan kakimu. Engkau adalah orang yang mulia dan aku orang yang hina!”

Hal ini membuat Bilal menangis. Dia mendekati sahabatnya, mencium pipinya dan berkata:

“Demi Allah… Aku tak akan menginjak wajah yang pernah sujud kepada Allah.”

Mereka berdua lalu berdiri, berpelukan, berdakapan erat sambil menangis. (*)

Sumber: kitab المصنف karangan الشيخ عبد الرزاق

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button