Politik

Perludem Minta KPU Berbenah

Report: Nina| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Mencuatnya kasus penangkapan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan publik pada lembaga ini.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni mengingatkan momentum Pilkada 2020 perlu dijadikan ajang evaluasi bagi KPU untuk berbenah.

“KPU perlu melakukan evaluasi. Pilkada Serentak 2020 menjadi keuntungan bagi KPU untuk menjadi instrumen yang digunakan untuk merebut kembali kepercayaan publik,” ujar Titi, dilansir Rol.

Titi menyarankan untuk memewujudkan hal itu, KPU harus membangun sistem integrasi yang berada di internal untuk mengawasi jajarannya agar tidak terlibat dalam perilaku koruptif. Lembaga tersebut harus menunjukkan kerja yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, KPU juga dituntut untuk dapat memperbaiki kerjasamanya dengan lembaga penyelenggara pemilu lainnya. Agar jika ada potensi kecurangan, dapat langsung diantisipasi oleh mereka.

Menurutnya forum tripartit KPU, Bawaslu, dan DKPP harus diintensifkan dan diselenggarakan secara reguler. “Dengan tujuan membuat efektif pencegahan terjadinya kecurangan dan manipulasi,” ujar Titi.

Menurut Titi, KPU juga perlu membangun strategi komunikasi yang responsif, transparan, dan akuntabel. Hal itu diperlukan guna menjawab isu-isu miring selama penyelenggaraan pemilu.

Itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, misalnya menyediakan call center atau pusat pengaduan multi akses. Untuk menampung berbagai pengaduan dan laporan dari masyarakat.

“Inilah yang perlu dijawab KPU dengan melibatkan partisipasi instansi dan kelembagaan terkait, seperti KPK, PPATK, LPSK, Ombudsman, maupun LSM antikorupsi,” saran Titi.

|Sumber: Rol

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button