Balikpapan

Perhotelan Diterpa Krisis

Report: Robi| Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Krismon global di tengah pandemi korona berimbas pada lesunya ekonomi makro. Tak terkecuali bisnis perhotelan di Balikpapan dan Samarinda.

Bisnis ini mengalami krisis yang berujung pada penutupan sementara. Ada pula yang terpaksa merumahkan karyawannya. Sedikitnya 22 hotel di Kaltim menyetop operasional.

Komisaris Utama Hotel Andhika Samarinda Rahmatullah, mengungkap dari 47 kamar, hanya terisi satu sampai empat kamar. Bahkan tak jarang, tidak ada pengunjung sama sekali.

Pihaknya terpaksa telah merumahkan 12 karyawannya. Operasional hotel di Jalan Agus Salim ini tutup sementara. Terhitung sejak 15 Maret 2020, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Selama saya pegang hotel, baru terjadi segenting ini. Lebih parah dari krisis 1998,” bebernya.

Senada dengan Rahmat. Humas Blue Sky Hotel Arfidiani Nur mengatakan, pihaknya juga terpaksa menghentikan operasional sejak 1 April sampai waktu yang belum ditentukan.

Adanya krisis ini, ia berharap pemerintah bisa memberi keringanan. “Kami juga mengharap bantuan supplier keringanan pembayaran,” ujarnya. Nur khawatir kondisi ini bisa berujung pada PHK massal.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Maulana Yusran mengungkap, salah satu hotel yang kabarnya sudah melakukan PHK adalah Aryaduta, milik Lippo Group.

“Iya betul. Saya nggak tahu detailnya, tapi saya sudah dengar terjadi PHK di sana,” ujar Maulana, Selasa 31 Maret 2020.

Ia bahkan memprediksi akan terjadi PHK lagi di bulan April. Alasannya saat ini perhotelan di Indonesia tak memperoleh pemasukan, namun harus menghadapi biaya operasional yang tinggi.

“Sudah disampaikan sejak dulu bahwa kekuatan pengusaha itu hanya sampai beberapa bulan. Mungkin nanti April akan terjadi lagi (PHK),” paparnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button