Kaltim

Pengguna Tol Kaltim Merosot Tajam

Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Setelah dikenai tarif Rp 1.000 per kilometer, jumlah pengguna jalan tol Katim mengalami penurunan sampai 76 persen dibanding dengan jumlah pengguna saat pertama kali dibuka. Jalan tol ini menghubungkan Balikpapan-Samarinda.

Dari data rekapitulasi jumlah Lalulintas Harian atau LHR rerata di tol Kaltim per 22 Juli 2020, jumlah pengguna tol pertama di Kalimantan ini hanya sekitar 2.242 pengendara. Demikian dikutip dari Bisniscom, Senin 27 Juli.

Ruas tol yang dioperasikan PT Jasamarga Balikpapan Samarinda ini adalah seksi 2, 3, dan 4. Tol ini telah beroperasi sejak Desember 2019. Awalnya saat dibuka, tol ini menerapkan kebijakan gratis bagi para pengendara. Ruas seksi 2- seksi 4 tol Kaltim ini memiliki panjang sekitar 64,87 km.

Namun, sejak 14 Juni 2020 ruas tol ini mulai memberlakukan tarif yang mengacu pada Kepmen PUPR Nomor. 534/KPTS/M/2020, dengan tarif Rp 1.000 per kilometer. Dari mulai dikenakan tarif, grafik penurunan dari rekapitulasi pengguna tol Kaltim ini tampak terlihat.

Sejak pertama dibuka, tercatat jumlah LHR di posisi 9.427 pengendara. Lalu di Januari 2020, angka LHR turun ke posisi 7.293 pengendara setiap hari. BPJT menyatakan penurunan ini terjadi setelah euforia masyarakat di awal pengoperasioan tol.

Setelah itu di Februari 2020, LHR tol ini naik ke posisi 8.048 pengendara. Selanjutnya di periode Maret sampai data terakhir per tanggal 22 Juli, angka LHR kembali merosot. Misalnya, pada Maret 2020 masih di angka 6.928 pengendara. Lalu di April menjadi 3.559 pengendara.

Angka ini sempat naik ke posisi 3.820 pada bulan Mei, dan mulai menurun di bulan Juni menjadi 5.337 pengendara. Namun sampai 22 Juli 2020, LHR tol anjlok ke posisi 2.242 pengendara.

Penurunan di Maret-April, BPJT menilai hal itu dipicu pandemi korona, termasuk Mei-Juni karena angka itu masih lebih rendah dibanding periode pembukaan Desember 2019.

Sedangkan di periode Juni ke 22 Juli 2020, pengguna tol Kaltim dinilai merosot sampai 76 persen akibat pemberlakuan tarif, yang diterapkan sejak 13 Juni 2020 sampai 30 Juni 2020.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button