NEWS

Penelitian: Vitamin D Bisa Cegah Covid-19

Sebagian besar kebutuhan vitamin D bisa dipenuhi dari sinar matahari. Bisa juga dari jamur, kuning telur, serta ikan.

Reporter: Maya I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Nutrisi menjadi bagian penting dari makanan. Alasannya, nutrisi sangat dibutuhkan tubuh sebagai fungsi dasar yang tidak diproduksi oleh tubuh itu sendiri. Salah satu nutrisi yang telah banyak dibicarakan karena efektif meningkatkan imunitas, terutama melawan virus adalah vitamin D.

Penelitian terbaru menemukan bahwa vitamin D dapat membantu pasien yang baru pulih dari Covid-19. Vitamin ini juga bisa mencegah seseorang dari penularan virus tersebut. Bahkan, bisa pula mengurangi risiko kanker stadium lanjut.

Dalam penelitian yang diterbitkan dokter dari PGIMER, ditemukan bahwa peran suplemen vitamin D telah ditetapkan dalam mencapai negativitas SARS-CoV-2 RNA di antara pasien korona atau Covid-19.

Dijelaskan dalam penelitian itu, vitamin D punya efek imunomodulator dan dapat mengurangi kerentanan dan keparahan infeksi virus.

Penelitian yang mengangkat tajuk Short term, high-dose vitamin D supplementation for Covid-19 disease,  dilakukan Dr Ashu Rastogi, Dr Anil Bhansali, Dr Niranjan Khare, Dr Vikas Suri, Dr Narayana Yaddanapudi, Dr Naresh Sachdeva, Dr GD Puri dan Dr Pankaj Malhotra.

Studi ini melibatkan 40 pasien Covid-positif tidak bergejala atau gejala ringan yang kekurangan vitamin D. Pasien yang membutuhkan ventilasi invasif atau komorbiditas yang signifikan tidak termasuk dalam penelitian.

Studi ini menyimpulkan jika suplemen vitamin D dosis tinggi membantu mencapai negatif RNA SARS-CoV-2 pada sebagian besar peserta.

“Negatifitas SARS-CoV-2 RNA oleh suplementasi vitamin D dapat membantu mengurangi tingkat penularan infeksi SARS-CoV-2 yang sangat menular,” demikian bunyi kesimpulan penelitian.

Selain mencegah Covid-19, ada pula penelitian lain yang menyimpulkan bahwa vitamin D juga efektif mencegah serangan kanker.

Para peneliti mengatakan, orang yang mengonsumsi suplemen vitamin D dengan teratur memiliki kemungkinan 17 persen lebih kecil terkena kanker stadium akhir, dan mengurangi risiko kematian. Penelitian ini dilakukan para ahli dari Universitas Harvard.

Studi yang telah dipublikasikan di jurnal medis JAMA Network Open, melawan temuan awal dari studi yang dilakukan pada 25 ribu orang yang diterbitkan tahun 2018. Studi awal menemukan tidak ada manfaat mengonsumsi vitamin D, karena tidak menunjukkan penurunan diagnosis kanker secara keseluruhan.

Namun, penelitian terbaru sukses melakukan analisis lain hingga sampai pada simpulan jika suplemen vitamin D telah mengurangi kematian akibat kanker. Penelitian itu memaparkan fakta bahwa vitamin D bisa mencegah virus dan menghentikan kanker metastasis, jenis agresif yang menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Peneliti Dr Paulette Chandler, dokter perawatan primer dan ahli epidemiologi di Rumah Sakit Wanita dan Brigham Harvard di Boston, mengatakan vitamin D adalah suplemen yang sudah tersedia. Harganya pun murah dan telah digunakan serta dipelajari selama beberapa dekade.

“Temuan kami, terutama penurunan risiko yang kuat yang terlihat pada individu dengan berat badan normal, memberi informasi baru tentang hubungan antara vitamin D, Covid-19 dan kanker stadium lanjut,” ujar Dr Paulette, dikutip dari Times Now News, Sabtu 21 November 2020.

Dikutip dari alodokter, vitamin D terbentuk secara alami saat kulit terkena sinar matahari langsung. Bahkan, sebagian besar kebutuhan vitamin D bisa dipenuhi lewat paparan sinar matahari. Selain itu, vitamin D juga terkandung dalam beberapa jenis makanan, seperti jamur, kuning telur, serta ikan.

Ketika kadar kalsium dalam tubuh berkurang, kelenjar paratiroid akan merangsang usus dan ginjal untuk menghasilkan vitamin D guna menyerap kalsium lebih banyak.

Meski begitu, tak sedikit orang yang mengalami kekurangan vitamin D. Biasanya ini terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, atau tidak efektif dalam menyerap vitamin D. Pada kondisi tersebut, dibutuhkan suplemen untuk mencegah kekurangan vitamin D.

Jenis utama vitamin D adalah vitamin D2 dan vitamin D3. Vitamin D2 berasal dari tumbuhan dan makanan yang diperkaya vitamin D2 itu sendiri, sedangkan vitamin D3 berasal dari hewan. Kedua jenis vitamin ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup.

Ada pula merek dagang vitamin D semisal Biovitan, Calnic Plus, Cerebrofort Gold Rasa Strawberry. Termasuk Hufalysin New, Calcifos, Nutrahealth Vitamin D3 400 IU, Obipluz, Nutrimax Nutri Kidz, dan Healthy Choice Junior Rasa Strawberry, Osfit.

Penelitian ini cukup menggembirakan kita. Apalagi Covid-19 bisa dicegah dengan biaya murah dan cara mudah. Ayo, tunggu apalagi. Segera penuhi kebutuhan vitamin D mu.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button