Nasional

Penderita Korona di Cina Turun Drastis

Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Otoritas kota Wuhan Cina, yang menjadi awal mula wabah virus korona, dilaporkan menutup salah satu rumah sakit darurat yang dibangun khusus untuk menangani pasien terjangkit virus itu.

Penutupan dilakukan seiring laporan penurunan drastis jumlah kasus baru di kota dan provinsi yang menjadi pusat wabah ini.

Seperti diwartakan televisi nasional Cina, CCTV dan dilansir Reuters, Senin 2 Maret 2020, otoritas kesehatan Cina melaporkan penurunan drastis untuk jumlah kasus-kasus baru di kota Wuhan dan di Provinsi Hubei.

Pada Senin siang waktu setempat, otoritas Provinsi Hubei, melaporkan kurang dari 200 kasus baru untuk pertama kalinya sejak Januari lalu.

Sedangkan Komisi Kesehatan Nasional China merilis ada 196 kasus baru di Provinsi Hubei sepanjang Minggu.

Jumlah itu menurun tajam dari angka 570 kasus baru sehari sebelumnya dan menjadi angka terendah sejak 24 Januari 2020.

Sejauh ini, total 80.026 kasus virus korona terkonfirmasi di wilayah Cina daratan. Untuk korban meninggal di wilayah Cina daratan mencapai 2.912 orang hingga Minggu (1/3) tengah malam waktu setempat.

Jumlah itu bertambah 42 orang dari sehari sebelumnya. Seluruh kematian baru tersebut ada di Provinsi Hubei, dengan 32 orang di antaranya meninggal di Wuhan.

Seiring penurunan jumlah kasus baru di Cina, otoritas kota Wuhan menutup salah satu dari total 16 rumah sakit darurat yang dibangunnya secara khusus untuk merawat pasien virus corona.

Data CCTV merilis bahwa 34 pasien terakhir telah dipulangkan dari rumah sakit darurat itu. Sedikitnya 18 provinsi di wilayah Cina daratan telah menurunkan level tanggap darurat untuk virus korona dalam sepekan terakhir.

Yang terbaru adalah Provinsi Zhejiang yang menurunkan level tanggap darurat dari level I ke level II.

Di Indonesia, pertama kalinya dua kasus korona terkonfirmasi secara resmi. Dua warga Depok seorang ibu dan anaknya positif terjangkit virus itu.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button