Kaltim

Pendatang Masuk Pelabuhan Kaltim Bakal Dikarantina

Report: Hendra I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA –  Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong pemerintah kota dan kabupaten di Kaltim agar pendatang yang masuk melalui transportasi laut untuk dikarantina. Hal ini sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak. Ia menyampaikan, karantina dilakukan khususnya bagi pendatang yang tidak membawa surat uji swab PCR. Utamanya mereka yang masuk ke Balikpapan.

“Harus ada langkah berikutnya dari daerah bagaimana bisa melakukan screening, mengkarantina mereka-mereka yang masuk tanpa uji swab,” tegas Andi, Selasa 30 Juni 2020. Namun, Andi belum bisa memastikan terkait anggaran tambahan bila langkah tersebut dilakukan.

Menurutnya, mekanisme pembiayaan baru akan dimatangkan antara pemerintah provinsi dengan pemeritah kota dan kabupaten. “Mekanisme pelaksanaan, mekanisme pembiyaan masih terus digodok,” terangnya.

Ia mengatakan pembiayaan sebenarnya bisa secara mandiri yang bersangkutan atau melalui anggaran daerah. “Ada biaya mandiri, ada biaya daerah. Kalau mau di tempat Pemerintah Daerah maka ditanggung oleh daerah,” jelasnya.

Andi juga memberi opsi lain, misalnya, ada yang dikarantina di holtel, maka nanti diarahkan hotel mana dengan tapi biaya sendiri. “Jadi bisa ada biaya mandiri, ada juga biaya dari daerah,”katanya.

Pihaknya mengakui Pemerintah Daerah kesulitan melakukan pengawasan pendatang yang menggunakan kapal laut. Alasannya, jumlah yang menggunakan kapal laut sangat banyak. Sedangkan jumlah petugas terbatas. Jumlah keduanya tidak berbanding lurus.

“Memang kita kesulitan karena petugas untuk menskrining terbatas, jumlah penumpang juga begitu besar,” katanya. Hal ini juga menjadi bahan evaluasi yang akan disampaikan Pemprov Kaltim ke pusat.

Selain jumlah petugas yang terbatas, pihaknya juga masih mencari cara bagi pendatang yang tidak membawa surat keterangan uji swab.

Kata Andi, mereka yang tidak uji swab dan atau rapid test di daerah asal, saat tiba di pelabuhan tidak mungkin disuruh pulang. Hal ini menjadi masalah tersendiri.

“Menahan penumpang yang datang kan gak mungkin. Menyuruh mereka pulang karena tidak swab juga tidak mungkin,” kata Andi.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button