Ibu Kota Baru

Pemindahan Ibu Kota Perlu Konsep Matang

Report: Ryan I Editor: Maya

TIMUR MEDIA – Ahli independen Anggito Abimanyu berharap pemerintah menyusun konsep yang matang untuk pemindahan Ibu Kota Baru atau IKB. Menurutnya pemindahan IKB harus dibarengi tata kelola yang baik sehingga menjadi kota yang aman, modern dan berketahanan.

Ia menilai, jika alasan pemerintah memindahkan IKB ke Kalimantan Timur dikarenakan DKI Jakarta sudah penuh atau overload penduduknya, maka harus disertai tata kelola yang baik. Berikutnya beban yang diberikan kepada jangan terlalu berat, seperti harus akan menjadi pusat pemerintahan atau pusat industri.

Menurutnya jika menjadi kota yang diberikan beban ekonomi, berketahanan dan sebagainya jadi sesuatu yang akan terulang lagi, memindahkan kota dengan seluruhnya nanti akan menjadi kota yang seperti kota sebelumnya, sehingga nanti perlu pindah lagi.

“Kita kan ingin lebih sederhana, simple menjadi pusat pemerintahan yang lebih efisien sehingga Jakarta tidak lagi kelebihan beban,” ujarnya dalam RDPU DPR RI, Kamis 9 Desember 2021.

Anggito menilai harus ada enam syarat yang dipenuhi untuk menjadikan Ibu Kota Baru lebih bersih, modern dan ramah lingkungan. Pertama, harus disusun dengan tata kelola tahan bencana terutama banjir seperti yang terjadi di Jakarta.

Kedua, pemerintah harus mempertimbangkan kepadatan penduduk. Harus ditetapkan berapa maksimal populasi yang akan ditempatkan sehingga tak kembali seperti Jakarta padat.

Ketiga, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan kualitas SDM yang memadai. Keempat, ketersediaan infrastruktur baik eksisting maupun baru harus cukup. Sebab ini akan menjadi IKB yang dipandang banyak negara di dunia.

Kelima, pemindahan dari Jakarta ke Kalimantan juga harus dianalisis manfaat, biaya ekonomi serta fiskalnya yang inklusif dan layak. Keenam pemerintah juga harus mempertimbangkan masalah sosial dan budaya yang beragam dan terbuka di Ibu Kota Baru.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button