Balikpapan

Pembatasan Rugikan Warga, Kasus Tetap Tinggi

Report: Taufik I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Pemerintah Balikpapan telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dengan memperketat pendatang masuk di kota ini. Tapi bukannya menurun, kasus terkonfirmasi positif justru tinggi. Sampai Rabu 27 Januari 2021, terjadi penambahan terkonfirmasi positif sampai 206 kasus.

Juru bicara Satgas Covid-19 Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty mengatakan dari jumlah kasus itu, ada penambahan 86 kasus terkonfirmasi positif dengan riwayat suspek, satu kasus berasal dari luar Balikpapan. Kemudian ada penambahan 68 kasus dengan riwayat orang tanpa gejala, enam di antaranya juga berasal dari luar.

Ada pula penambahan 45 kasus terkonfirmasi dengan riwayat tracing kasus, 16 kasus di antaranya masih usia anak. Termasuk, penambahan tujuh kasus terkonfirmasi positif dengan riwayat hasil pemeriksaan rapid antigen positif. “Pasien sembuh bertambah 135 kasus,” ujar Dio, sapaan kari Andi Sri.

Dari penambahan kasus positif ini, total kumulatif jumlah yang positif sebanyak 9.196 kasus, sebanyak 419 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, sebanyak 1.260 pasien isolasi mandiri, dan sebanyak 7.175 pasien sembuh, dan 342 kasus kematian.

Hermina, warga Balikpapan Selatan mengaku pembatasan hanya merugikan masyarakat. “Terutama kami pedagang kecil. Bukan menurunkan kasus tapi malah menurunkan pendapatan warga,” ujarnya. Ia meminta pihak terkait melakukan evaluasi pembatasan.

“Tiap hari beritanya kasus naik. Jadi pembatasan tidak ngaruh dong. Ngaruhnya malah ke kami pedagang kecil. Kami malah jadi susah nyari uang,” keluhnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button