Penajam Paser Utara

Pembangunan Rice Miling Ditolak Pengusaha Babulu

Bupati : Pembangunan Untuk PAD

Reporter : Nono | Editor : Teguh

TimurMedia, Penajam – Persatuan Penggiling Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Penajam Paser Utara ( PPU ), menolak wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU yang akan membangun rice milingatau penggilingan beras bersekala besar di Kecamatan Babulu. Rencana pembangunan penggilingan padi berskala besar yang di tolak Perpadi itu rencananya akan di bangun oleh Perusahaan Daerah Benua Taka, melalui penyertaan modal Pemkab PPU sebesar 26 milyar oleh pemerintah kabupaten setempat.

Ketua DPC Perpadi PPU Sayid Rahman saat di wawancarai mengatakan jika melihat hasil panen dari 8000 ha lahan sawah aktif saat ini, hasil panen padi tidak mampu mencukupi kebutuhan penggilingan padi milik masyrakat atau pun Bulog yang juga menjadi mitra dari para pengiling yang ada di Kecamatan Babulu.

“Penggilingan punya bulog saja menganggur, tidak ada yang digiling, dan membeli beras hasil gilingan gabah kita. Nah Jika ada lagi penggilingan padi berskala besar yang baru, mau di kemanakan kita penggiling kecil ini,” tegas Sayid Rahman kepada awak media, Selasa Juli 2020.

Buhari sekertaris DPC Perpadi PPU juga mengatakan semestinya Pemerintah Kabupaten mampu membantu penggilingan swasta milik masyarakat, untuk perbaikan mutu, atau pun peningkatan hasil panen pada petani sawah. Bukan malah mematikan yang sudah ada dengan membangun penggilingan beras atau rice miling yang baru dengan mesin lebih modern.

“Seharusnya kita di bantu memasarkan hasil gilingan, atau di bantu pinjaman modal dengan bunga rendah, agar dapat meningkatkan mutu hasil agar dapat bersaing,” ujar Buhari.

Sayid Rahman Ketua Perpadi PPU admin1 | Timur Media | Referensi Baru

Sementara itu menanggapi aspirasi masyarakat Perpadi PPU mengenai penolakan wacana pembangunan rice milingatau penggilang beras yang akan menganggu stabilitas keadaan penggiling beras milik masyarakat.

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud mengatakan jika pembangunan rice milingoleh pemerintah kabupaten melalui Perusda, merupak permintaan para petani pada saat dirinya melakukan kunjungan kerja.

Selain itu lanjut AGM sapaan akrabnya, mengatakan jika pembanguna penggilang padi berskala besar yang akan di bangun itu dimaksudkan untuk menambah pundi-pundi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor Pertanian. Karena diakuinya PPU merukan salah satu lumbung padi untuk Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kalo pengusahakan kita harus lihat juga, banyak pengusaha tapi kenapa PAD kita rendah, kita harus telusuri kebawah. Kita inikan (PPU) lumbung padi Kaltim,” ungkap AGM.

Nantinya pengusaha-pengusaha lanjut AGM, bisa berinovasi agar dapat bisa bekerjasama dengan Perusda. Sehingga dari hal kerja sama antara pengusaha perusda milik pemerintah PPU dapat membangkitkan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut AGM mengatakan dari pengembangan kerja sama itu tidak menutup kemungkinan kita bisa menghasilkan brand beras milik PPU sendiri.

“Saya rasa tidak mematikan pengusaha yang ada, malah bisa membangun ekonomi masyarakat baik petani atau pun pengusaha pengilingan beras, dengan kerja sama antara perusda dan pengusaha yang ada,” pungkas AGM

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button